Mengapa Kutu Rambut Lebih Sering Menyerang Anak-anak? ini Penyebab Serta Cara Mengatasinya
Penularan kutu umumnya terjadi melalui kontak fisik atau penggunaan barang pribadi yang dipakai bergantian seperti sisir, topi, atau hijab.
Penulis: Afrilia Mustika Damayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNMADURA.COM - Kutu rambut (Pediculus humanus capitis) merupakan parasit kecil, tetapi dampaknya tidak bisa dianggap remeh.
Parasit ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Meski demikian, anak-anak berusia antara 6 hingga 12 tahun lebih rentan terhadap serangan kutu rambut.
Hal ini dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenni, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Apa yang Menyebabkan Anak Terkena Kutu Rambut?
Dikutip dari Kompas.com, Wydya mengungkapkan kutu rambut tidak memiliki kemampuan melompat dari satu kepala ke kepala lain.
Penularannya terjadi secara langsung, umumnya melalui kontak fisik atau penggunaan barang-barang pribadi yang dipakai bergantian seperti sisir, topi, inner hijab, atau hijab milik teman yang sudah terinfeksi kutu.
Baca juga: Arti Mimpi Memotong Rambut Menurut Primbon Jawa, Tak Selalu Dikaitkan dengan Hal Negatif
Interaksi sosial yang intens, seperti bermain bersama, saling bersandar, atau tidur berdekatan, membuat anak-anak dalam kelompok usia tersebut lebih mudah tertular kutu rambut dibandingkan orang dewasa.
Namun, perlu diingat bahwa kutu rambut bukan semata-mata akibat buruknya kebersihan.
Bahkan anak-anak yang terlihat bersih dan terawat pun tetap berisiko jika bersentuhan atau berbagi benda pribadi dengan orang yang sudah terkena kutu.
Anak-anak usia 6 sampai 12 tahun biasanya belum memiliki kesadaran penuh terhadap perawatan diri, termasuk kebersihan rambut dan kulit kepala.
Karena itu, peran orang tua sangat penting.
Widya menyarankan agar orang tua secara rutin memeriksa kondisi rambut anak-anaknya, bahkan meskipun anak tidak mengeluhkan rasa gatal.
Pemeriksaan bisa dilakukan saat menyisir rambut, tanpa perlu mencuci rambut terlalu sering.
Meski kutu rambut memiliki ukuran yang sangat kecil bahkan lebih kecil dari kutu beras, keberadaannya tetap bisa dikenali, terutama jika sudah muncul telur-telur kutu yang menempel di helaian rambut.
kutu rambut
penularan kutu
Pediculus humanus capitis
penyebab anak lebih sering terkena kutu
Tribun Madura
TribunMadura.com
| Arema FC vs Persebaya Jadi Laga Berisiko Tinggi, Panpel Matangkan Skema Keamanan |
|
|---|
| Dukungan Warga Madura-Kaltim untuk Haul Mbah Kholil ke-101 di Bangkalan Menuai Apresiasi |
|
|---|
| Sejumlah Rumah dan Warung di Bondowoso Rusak Dilanda Angin Kencang, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan |
|
|---|
| Menggali Sejarah dan Asal-usul Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang |
|
|---|
| Senyum Remaja Jember Saat Pasung di Kakinya Dilepas, Dinsos Pastikan Pengobatan Ditanggung Pemprov |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Anak-anak-lebih-sering-terkena-kutu-rambut.jpg)