Jumat, 17 April 2026

Berita Surabaya

Alasan Gadis yang Hilang tapi Ternyata Ngamar di Hotel Bareng 5 Orang Dewasa, Cari Figur Keluarga

Pemkot Surabaya memberikan pendampingan remaja wanita asal Surabaya berusia 15 tahun yang sempat kabur

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
istimewa
PENYELIDIKAN ORANG HILANG-Saat Anggota Unit Reskrim Polsek Tegalsari Polrestabes Surabaya berhasil menemukan perempuan berinisial RAB (15) di sebuah hotel kawasan Tegalsari, Surabaya, pada Senin (16/6/2025) setelah sempat dilaporkan orangtuanya menghilang sejak 19 hari lalu, yakni Rabu (28/5/2025). Korban RAB ditemukan bersama temannya berjumlah 5 orang dewasa. Saai digeledah ditemukan enam poket plastik berisi sabu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Pemkot Surabaya memberikan pendampingan remaja wanita asal Surabaya berusia 15 tahun yang sempat kabur dari rumah selama 19 hari lalu, Rabu (28/5/2025), berhasil ditemukan Anggota Polsek Tegalsari menginap di hotel bersama lima orang temannya, pada Senin (16/6/2025). 

Pada Kamis (19/6/2025) kemarin, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya mendampingi sang anak menjalani asesmen rehabilitasi di Kantor BNN Kota Surabaya

Benar, remaja perempuan yang sebentar lagi akan naik kelas sembilan di SMP Negeri Kota Surabaya itu, memang menunjukkan hasil tes positif mengonsumsi narkotika jenis sabu. 

Kepala DP3APPKB Kota Surabaya Ida Widayati mengatakan, pihaknya kemarin sudah merekomendasikan sekaligus mendampingi langsung sang anak agar menjalani asesmen rehabilitasi di Kantor BNN Kota Surabaya

Rencananya, sang anak akan menjalani proses rehabilitasi secara rawat jalan beberapa pekan kedepan yang akan didampingi langsung oleh petugas DP3APPKB Kota Surabaya dan pihak orangtua sang anak; ayahandanya. 

Semula, ia sempat merekomendasikan bahwa sang anak akan menjalani rehabilitasi tersebut RS Menur Surabaya

Lantaran, pertimbangan ayahanda dari sang anak belum berkenan, yang merasa keberatan dengan stigmatisasi RS tersebut kerap menjadi rujukan penyakit kejiwaan. 

Alhasil, pihaknya menuruti permintaan tersebut, dengan memindahkan ke Kantor BNN Surabaya. Hal tersebut semata-mata agar proses penyembuhan atas ketergantungan penggunaan sabu dari sang anak, dapat segera dilakukan. 

"Itu pun juga perlu perjuangan, karena anak ini di rumah enggak ada yang ditakuti kecuali bapaknya. Bapaknya saya suruh mengantar meskipun juga didampingi konselor kami sejumlah 2 orang," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Jumat (20/6/2025). 

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan pihaknya, Ida mengungkapkan, sang anak diketahui mengonsumsi narkotika jenis sabu sebanyak dua kali, selama kurun waktu 19 hari kabur dari rumah dan bergabung dengan gerombolan teman-teman baru berjumlah lima orang yang berusia dewasa itu.

Mengenai motif sang anak mengonsumsi, sang anak diketahui terpengaruh dengan ajakan para teman-teman barunya itu. 

Namun, mengenai asal muasal pasokan sabu yang dimiliki oleh kelima orang teman sang anak, lanjut Ida, proses penyelidikan lanjutan tersebut dilakukan oleh Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

"Pakai sabu, bilangnya, semenjak kabur ini. Jadi ketemu orang-orang yang sama dia itu. Sudah 2 kali, katanya. Nanti hasil dari assessmen dari BNN seperti apa, kami akan cari tahu, kan kelihatan," katanya 

Disinggung mengenai adanya dugaan bahwa sang anak juga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ida tak menampiknya. 

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved