Berita Terkini Sumenep
Implementasi MBG di Sumenep Belum Merata, Banyak Dapur Belum Siap
Meskipun telah digulirkan, implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep dilaporkan belum berjalan mulus.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Taufiq Rochman
Sisanya masih dalam proses.
"Sisanya belum terbit karena harus memenuhi standar sesuai Permenkes Nomor 17 Tahun 2024. Proses dari pengajuan sampai penerbitan membutuhkan waktu sekitar 14 hari," terangnya.
SLHS sendiri diterbitkan untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi konsumen dari risiko penyakit akibat proses produksi MBG.
Prosedurnya, mencakup inspeksi lingkungan, kelengkapan dapur, pelatihan penjamah makanan, hingga pemeriksaan sampel pangan di laboratorium.
Setiap penjamah makanan wajib mengikuti enam modul pelatihan, dan minimal 50 persen dari total penjamah di tiap SPPG harus bersertifikat.
"Setelah semuanya memenuhi standar dan lulus uji, barulah SLHS bisa diterbitkan," tegas Mulyadi.
| Sumenep Serius Garap Energi Terbarukan demi Kemandirian Daerah |
|
|---|
| Sarasehan BEM–Pemkab Sumenep: Merajut Perencanaan dari Dialog dan Gagasan Kritis |
|
|---|
| Warga Gili Iyang Sumenep Cemaskan Dampak Tumpahan Minyak CPO, Ikan hingga Kepiting Ditemukan Mati |
|
|---|
| Baru 81 Siswa, Pendamping PKH Kejar Target Sekolah Rakyat di Sumenep |
|
|---|
| Relawan SPPG di Talango Sumenep Dilatih Prinsip Keamanan Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Ilustrasi-dapur-Makan-Bergizi-Gratis-MBG.jpg)