Senin, 18 Mei 2026

Berita Lumajang

Tercatat 79 Kasus DBD di Lumajang Sepanjang Tahun 2026, Satu Orang Meninggal Dunia

Sepanjang tahun 2026 hingga April, tercatat ada 79 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026).

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa
FOGGING (Arsip) - Koramil 0826-04 Galis bersama petugas dari Puskesmas Galis dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan melalukan fogging di Dusun Tana Mira dan Dusun Tengginah, Desa Artodung, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, Selasa (14/1/2025). Sepanjang tahun 2026 hingga April, tercatat ada 79 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Lumajang mencatat 79 kasus demam berdarah dengue sepanjang Januari hingga April 2026.
  • Satu pasien DBD di Lumajang meninggal dunia akibat kondisi syok yang sudah parah.
  • Warga Lumajang diminta segera periksa jika demam disertai nyeri otot dan muntah berat.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Sepanjang tahun 2026 hingga April, tercatat ada 79 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026).

Hal tersebut berdasarkan akumulasi laporan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mulai Januari hingga April tahun ini.

"Kasus DBD dari Januari sampai April 2026 total 79 kasus," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, dr Marshall, melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, puluhan pasien yang terpapar penyakit tersebut sangat bervariasi usianya, mulai dari balita, anak hingga dewasa.

"Umur 1-4 tahun, satu kasus, umur 5-14 tahun 6 kasus, umur 15-44 tahun ada 11 kasus, dan 44 tahun ke atas ada 5 kasus," kata Marshall.

Jumlah pasien yang ditemukan terserang penyakit akibat nyamuk aedes aegypti ini tertinggi pada awal tahun.

Kata dia, pada Januari 2026 sebanyak 34 kasus.

Sementara pada Februari dan Maret 2026, jumlah kasus yang ditemukan mengalami penurunan signifikan, dan meningkat kembali pada April.

Baca juga: DBD di Sumenep Menurun, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

"Januari 34 (kasus), Februari 13 (kasus), Maret 9 (kasus) dan April 23 (kasus)," ungkap Marshall.

Sementara dari 23 kasus yang ditemukan pada April 2026 kemarin, Marshall mengungkapkan ada satu pasien meninggal dunia akibat DBD, sebab kondisinya sudah terlalu parah.

"Jadi dari 23 kasus bulan April, satu di antaranya meninggal dunia. Benar (parah) kondisinya sampai terjadi syok akibat DBD," ujarnya.

Marshall mengatakan penyakit ini kadang tidak bisa diprediksi, sebab dapat menyebabkan efek syok yang berbahaya bahkan mengakibatkan meninggal dunia.

"Tergantung dari kondisi kekebalan pasien dan tingkat virulensi virus DBD-nya," katanya.

Baca juga: Kasus DBD di Sumenep Tembus 1.159 Sepanjang 2025, Kalianget Tertinggi

Oleh karena itu, Marshall mengimbau kepada warga apabila mengalami demam selama tiga hari dan tidak kunjung turun, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved