Berita Surabaya

Menjadi Sales Gelapkan Uang Ratusan Juta Perusahaan, Begini Modus yang Dipakai Indra

Menjadi Sales Gelapkan Uang Ratusan Juta Perusahaan, Begini Modus yang Dipakai Indra Untuk Memuluskan Aksinya.

Menjadi Sales Gelapkan Uang Ratusan Juta Perusahaan, Begini Modus yang Dipakai Indra
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Indra Tri Tjahjono sales PT Sari Gandum Sukses Abadi menjalani sidang di PN Surabaya. 

Menjadi Sales Gelapkan Uang Ratusan Juta Perusahaan, Begini Modus yang Dipakai Indra

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Bekerja sebagai sales di PT Sari Gandum Sukses Abadi, Indra Tri Tjahjono menggelapkan uang senilai Rp 399 juta. Modusnya, Indra tidak menyetorkan uang pembayaran pelanggan ke perusahaan tersebut.  

Jaksa penuntut umum (JPU) PN Surabaya Hasan Efendi, Rabu (15/5/2019) menyatakan, terdakwa bertanggung jawab untuk menjual tepung terigu dan tapioka produk perusahaan yang beralamat di Jalan Kedungsari, Surabaya tersebut.

Dia menawarkannya ke toko-toko. Bila ada toko yang memesan tepung, terdakwa semestinya menginformasikannya ke grup WhatsApp (WA) perusahaan.

Pesan itu lalu diteruskan ke bagian piutang yang diteruskan kembali ke bagian untuk diproses penerbitan surat jalannya kalau jumlah pesanannya kecil.

Sedangkan untuk pemesanan dalam jumlah besar, admin marketing langsung mengirimkannya ke pabrik di Lampung.

Salah satu langganannya adalah toko milik Hendro Gunawan di Kediri. Toko itu memesan tiga kali tepung tapioka pada 19 sampai 21 Januari. Totalnya 50,5 ton tepung.

Terdakwa sebagai sales lalu menagih toko itu untuk segera membayar Rp 399 juta untuk pemesanan tersebut. Hendro kemudian membayarnya secara tunai kepada Indra.

"Saat terdakwa menagih tanpa menggunakan faktur penagihan karena sebagaimana yang disampaikan saat memesan akan dibayar tunai. Kapan dikirimnya terdakwa tidak dan langsung menagih saja, dan terdakwa hanya memberikan kwitansi saja sebagai tanda terima," ujar JPU Hasan.

Hendro yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang juga mengaku sudah membayar lunas.

Halaman
12
Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved