Kisah Pahit TKW Cirebon di Luar Negeri, Kerja Tak Manusiawi dan Pasrah Mati, Dua Orang Masih Hilang

Perlakuan yang kurang menyenangkan, kekerasan fisik, hingga soal gaji yang tidak dibayarkan, menjadi kasus yang tak pernah tuntas.

Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com
TKW Cirebon yang mengalami nasib sengsara di negeri orang 

Kisah Pahit TKW Cirebon di Luar Negeri, Kerja Tak Manusiawi dan Pasrah Mati, Dua Orang Masih Hilang

TRIBUNMADURA.COM - Wanita hingga saat ini masih menjadi objek kekerasan, terlebih lagi jika mereka bekerja di luar negeri.

Perlakuan yang kurang menyenangkan, kekerasan fisik, hingga soal gaji yang tidak dibayarkan, menjadi kasus yang tak pernah tuntas.

Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri, mereka juga diberangkatkan dengan sedikit pengetahuan saja mengenai daerah yang akan mereka tuju untuk bekerja.

Hal tersebut yang membuat mereka semakin diperlakukan sewenang-wenang.

Seperti yang dialami oleh TKW asal Cirebon.

Istri Pendeta Tewas Terikat di Rumah, Sudar Mendengar Suara Musik yang Kencang, Dugaan Motif Terkuak

Gadis Muda Madura ini Terus Diperkosa Enam Orang saat Tak Sadarkan Diri dari Malam hingga Pagi Hari

Masih Masa Training Bekerja, Remaja Embat Uang Perusahaan Senilai Rp 3 Juta, Celana Kolor Andalannya

Sepekan terakhir ini, tiga tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Cirebon mengalami sejumlah permasalahan saat bekerja di Arab Saudi.

Mulai dari hilang kontak dengan keluarga, hingga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari majikannya di negara tersebut.

Dari ketiga TKW tersebut, yang berhasil dihubungi dan kembali pulang adalah Turini (51), warga Kampung Truag, Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. 

Sedangkan, dua orang lainnya yakni, Carmi (48) Blok Kalibangka, Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan dan Fitriyah (36), asal Blok Desa, Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, hilang kontak dan belum diketahui keberadaannya.

Berikut adalah rangkuman cerita, tiga orang TKW asal Kabupaten Cirebon selama sepekan terakhir ini;

1. Turini

Turini berangkat dengan sejumlah tenaga kerja lainnya pada 24 Oktober 1998 dan diberangkatkan oleh salah satu perusahaan yang diakui oleh Turini telah gulung tikar, empat tahun setelah ia diberangkatkan.

Turini (43) bersimpuh di pangkuan ibunya Syiah (68) di rumahnya di Desa Dawuan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Senin (22/7/2019). Turini kembali menginjakkan kedua kakinya di rumah setelah 21 tahun menjadi Pekerja Migran Indonesia.
Turini (43) bersimpuh di pangkuan ibunya Syiah (68) di rumahnya di Desa Dawuan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, Senin (22/7/2019). Turini kembali menginjakkan kedua kakinya di rumah setelah 21 tahun menjadi Pekerja Migran Indonesia. (Kompas.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON)

Bekerja di keluarga Aun Niyaf Alotibi di Dawadmi Wudak, Arab Saudi, Turini menjadi asisten rumah tangga tersebut yang mengurusi berbagai kegiatan, mulai dari mencuci, masak, dan membersihkan seluruh sudut rumah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved