Breaking News:

Berita Pamekasan

2 TKI Pamekasan Meninggal di Malaysia Tak Dapat Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, Ini Penyebabnya

Dua TKI Pamekasan yang Meninggal di Malaysia Tertimpa Beton Konstruksi Tak Dapat Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, Ini Penyebabnya

TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan, S Bill Fauzan, Senin (26/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - BPJS Ketenagakerjaan tidak memberikan santunan kepada dua TKI alias Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pamekasan yang meninggal dalam kecelakaan kerja di Malaysia.

Dua TKI tersebut Mattalha (42) dan Sahrullah (42). Keduanya, berasal dari Desa Ponjenan, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Keduanya dinyatakan tewas setelah tertimbun beton konstruksi di Seksyen U16, Denai Alam, Sham Alam, Selangor, Malaysia, Selasa (20/8/2019) lalu.

Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan, S Bill Fauzan mengatakan, kedua TKI itu tidak dapat santunan karena keduanya tidak terdaftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi kalau bukan peserta ya tidak bisa diberikan santunan. Keduanya tidak terdaftar di kami, baik secara individu atau pun dari perusahaan," kata S Bill Fauzan kepada TribunMadura.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/8/2019).

2 TKI Asal Pamekasan Tewas di Malaysia, Korban Meninggal dengan Luka Parah di Kepala dan Tangannya

Dua TKI Pamekasan yang Tewas di Malaysia Berangkat Tak Sesuai Prosedur, Bekerja Lebih dari 10 Tahun

Peduli Pekerja Non ASN, Pemkab Pamekasan Dapat Penghargaan Dari BPJS Ketenagakerjaan

Menurut S Bill Fauzan, jika ada perintah dari Kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan bantuan kepada dua TKI tersebut pihaknya akan melaksanakan.

Namun sejauh ini, kata S Bill Fauzan masih belum ada perintah.

Apalagi kedua TKI asal Desa Ponjenan, Pamekasan, Madura yang meninggal di Malaysia itu juga tidak terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagkerjaan di Kantor Cabang Pembantu Pamekasan.

"Ya tidak ada santunan apa pun yang kami berikan. Karena memang tidak ada perintah dari Kantor pusat, kalau pun ada, keduanya di sini tidak terdaftar jadi peserta," tegasnya.

Padahal, pihaknya, kata S Bill Fauzan mengaku sudah gencar melakukan sosialisasi ke desa-desa yang berada di pelosok Kabupaten Pamekasan untuk memberikan himbauan dan pengertian terkait betapa pentingnya menjadi peserta BJPS Ketenagakerjaan bagi para TKI atau PMI.

"Kami bukan hanya kepada para TKI saja yang meberikan imabauan itu, tapi ke seluruh pelosok desa yang ada di Kabupaten Pamekasan, karena kami juga kerja sama dengan pihak perangkat desa," tandasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved