Hari Santri Nasional

Peringati Hari Santri Nasional 2019, IAIN Madura Wajibkan Mahasiswa Kuliah Pake Sarung Selama 5 Hari

Peringati Hari Santri Nasional 2019, IAIN Madura Wajibkan Mahasiswa Kuliah Pakai Sarung Selama 5 Hari.

Peringati Hari Santri Nasional 2019, IAIN Madura Wajibkan Mahasiswa Kuliah Pake Sarung Selama 5 Hari
TRIBUNMADURA/MUCHSIN RASJID
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memimpin apel Hari Santri Nasional (HSN) di lapangan Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan dengan mengenakan sarung 

Peringati Hari Santri Nasional 2019, IAIN Madura Wajibkan Mahasiswa Kuliah Pakai Sarung Selama 5 Hari

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Rektor Institut Agama Islam Negeri / IAIN Madura mengeluarkan Surat edaran tentang pakaian kantor dan perkuliahan untuk menggunakan pakaian sarung, baju dan kopyah.

Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim mengatakan, pakaian kantor dan perkuliahan ala santri itu merupakan kebijakan untuk menyambut peringatan Hari Santri Nasional.

Kebijakan tersebut kata Mohammad Kosim bukan yang pertama kali yang diterapkan di lingkungan kampus IAIN Madura.

Melainkan, pada tahun sebelumnya civitas akademika dan seluruh mahasiswanya juga memakai sarung.

"Ini tidak lain untuk menghormati hari Santri. Kami serukan agar semuanya memakai pakaian kantor ala santri," kata Mohammad Kosim kepada TribunMadura.com melalui telepon, Jumat (18/10/2019).

Dalam surat edaran yang bernomor: B.2365/in.38/R/PP.00.9/10/2019 tersebut, Mohammad Kosim mewajibkan bagi suluruh civitas akademika IAIN Madura untuk memakai sarung, kopyah, baju kantor dan perkuliahan ala santri selama lima hari.

Hal itu berlaku selama lima hari, mulai tanggal 22 - 26 Oktober 2019.

Selain itu, pada peringatan Hari Santri Nasional, pihaknya juga akan melaksanakan upacara bendera dengan semau mahasiswa.

Tentunya dalam pelaksanaannya kata Mohammad Kosim tetap memakai sarung.

"Pada tanggal 22 Oktober 2019 akan dilaksanakan upacara bendera hari Santri," ujarnya.

Lebih lanju, Mohammad Kosim mengutarakan, agar semua civitas akademika dan karyawan di lingkungkan kampus IAIN Madura memakai sarung.

Sehingga selama hari tersebut suasana kampus IAIN Madura seperti nuansa pondok pesantren.

"Memakai sarung merupakan simbol, sarung menunjukkan perlawanan sebagai mana yang ditunjukkan oleh KH Hasyim Asy'ari," tandasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved