Berita Tuban

Bupati Fathul Huda Siap Masukan Kontraktor Nakal ke Daftar Hitam Jika Tak Profesional Bekerja

Bupati Fathul Huda tak segan memasukan kontraktor proyek yang nakal masuk ke daftar blacklist.

TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
Bupati Tuban, Fathul Huda, seusai apel didampingi Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, di Alun-alun Tuban, Jumat (22/3/2019)  

Bupati Fathul Huda tak segan memasukan kontraktor proyek yang nakal masuk ke daftar blacklist 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Bupati Tuban, Fathul Huda memberikan perhatiannya atas pelaksanaan sejumlah proyek di Kabupaten Tuban.

Fathul Huda akan bertindak tegas bagi para kontraktor yang tidak bersikap profesional untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Kita berharap kontraktor bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, jangan molor," ujar Fathul Huda, Rabu (6/11/2019).

Sandiwara Pembunuhan Pria Jember Terbongkar Berkat Mimpi, Juga Kisah Kerja di Bali dan Nikah Lagi

BREAKING NEWS - Mendikbud Nadiem Makarim Dikabarkan Bakal Sambangi SDN Gentong Pasuruan Siang ini

Fathul Huda menjelaskan, jika mendapati kontraktor yang nakal, maka dia akan melakukan tindakan tegas.

Hal itu semata-mata agar proyek yang dikerjakan menggunakan uang rakyat bisa selesai tepat waktu,

Sehingga , kata dia, dampak atau manfaatnya bisa kembali dirasakan masyarakat Kabupaten Tuban.

"Jika tidak selesai tepat waktu akan kita beri sanksi sesuai aturan," ungkap Bupati Tuban dua periode tersebut.

Ia mengaku tak segan memberikan warning dan sanksi keras bagi para kontraktor yang nakal.

Para kontraktor tidak akan bisa mengikuti lelang atau tender pada proyek yang dilangsungkan Pemkab Tuban.

Karena, mereka mendapat sanksi putus kontrak hingga masuk daftar blacklist.

Kawah Ijen Banyuwangi Kembali Dibuka Mulai Hari ini, Sempat Ditutup Akibat Kebakaran Hutan

Khawatir Terdampak Radiasi, Warga Desa Jemputrejo Sidoarjo Protes Minta Tower Seluler Dibongkar

"Kalau sampai wanprestasi (ingkar janji, red) maka kontraktor akan kita beri kartu merah yang artinya tidak boleh ikut tender lagi," ungkap Fathul Huda.

"Selain itu yang mengerjakannya molor juga ada dendanya," pungkasnya.

Sekadar diketahui, proyek pembangunan kantor Kecamatan Semanding dikerjakan oleh PT Pandega Wreksa Wisesa sejak 25 April 2019.

Sesuai jadwal, proyek pembangunan kantor Kecamatan Semanding sudah selesai selama 180 hari kalender atau enam bulan, tepatnya 21 Oktober 2019 lalu.

Namun, proyek pembangunan kantor Kecamatan Semanding hingga kini belum juga selesai.

Pihak pelaksana mengklaim akan menyelesaikan proyek yang menelan biaya Rp 2,1 miliar itu akhir November 2019.

Terhitung per 22 Oktober kontraktor akan mendapat denda Rp 2,1 juta per hari dikalikan hingga proyek selesai.(nok)

Tol Pandaan-Malang Seksi IV Mulai Berbayar Per Hari Ini, Berikut Harga Masuk Tol Per Kilometernya

Perampok Truk Bermuatan Kayu di Jalan Tol Ditangkap, Kabur dari Kejaran Polisi Selama Dua Pekan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved