Berita Surabaya

Kepala Daerah di Jawa Timur Rata-Rata Pakai Dana APBD ke Luar Negeri, Gubernur Khofifah Beber Bukti

Kepala daerah dan pejabat di wilayah Jawa Timur melakukan perjalanan dinas luar negeri menggunakan dana APBD.

Kepala Daerah di Jawa Timur Rata-Rata Pakai Dana APBD ke Luar Negeri, Gubernur Khofifah Beber Bukti
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Khofifah - Kepala Daerah di Jawa Timur Rata-Rata Pakai Dana APBD ke Luar Negeri, Gubernur Khofifah Beber Bukti 

Kepala daerah dan pejabat di wilayah Jawa Timur melakukan perjalanan dinas luar negeri menggunakan dana APBD

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebut, rata-rata kepala daerah dan pejabat di wilayah Jawa Timur yang melakukan perjalanan dinas luar negeri menggunakan dana APBD dalam menjalankan tugas.

"Ada suratnya. Setiap surat ada penjelasannya," kata Khofifah Indar Parawansa, Jumat (22/11/2019).

"Jadi kalau izin ke luar negeri biasanya detail, agendanya apa, biaya dari mana. Rata-rata pakai APBD. Suratnya ada dokumennya ada," sambung dia.

BREAKING NEWS - Ulama di Pamekasan Tuntut Sukmawati Soekarnoputri Ditangkap dan Diadili

Bela Adik yang Ditempeleng, Pria Sumenep Terancam 5 Tahun Penjara setelah Carok dengan Pemuda Desa

Polda Jatim Ringkus Pemilik Toko Elektronik di Tulungagung, Diduga Terkait Kasus Kejahatan Seksual

Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, sesuai regulasi, setiap kepala daerah di Jawa Timur yang akan melakukan perjalanan dinas luar negeri, harus mengajukan izin ke gubernur melalui surat resmi.

Lalu, kata Khofifah Indar Parawansa, surat tersebut kemudian diteruskan ke Menteri Dalam Negeri.

Menurut Khofifah Indar Parawansa, sejauh ini, yang paling sering mengajukan izin ke luar negeri adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Kata dia, perjalanan ke luar negeri tidak ada salahnya asalkan jelas agendanya dan ada manfaatnya untuk masyarakat.

"Kalau regulasi belum ada batasan untuk kepala daerah maksimal dinas luar negeri berapa kali," ucap Khofifah Indar Parawansa.

"Tapi kalau saya dulu (saat menjabat Menteri Sosial), Pak Jokowi memang menyatakan hal-hal tertentu kita diminta untuk stay di dalam negeri," tambah dia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat penyerahan DIPA di Grand City, Jumat (22/11/2019).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat penyerahan DIPA di Grand City, Jumat (22/11/2019). (TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH)

Risma dan Faida Tak Hadiri Rakor Sinergi Pusat Daerah dan Penyerahan DIPA oleh Khofifah, Ada Apa?

PWNU Jawa Timur Tanggapi Soal Sukmawati Soekarnoputri Diduga Bandingkan Soekarno & Nabi Muhammad SAW

Saat ia menjabat sebagai Menteri Sosial, Khofifah mengaku, sering mendapatkan undangan ke luar negeri.

Bahkan, dalam undangan tersebut, kata dia, ada jaminan seluruh biaya ditanggung oleh pihak pengundang.

"Kebetulan saya belum pernah menggunakan itu bahkan sampai first class penerbangannya ditanggung pengundang," ungkap Khofifah Indar Parawansa.

"Saat itu ada seorang Emir mengundang beberapa menteri sosial dan menteri penerangan. Tapi karena ada bencana alam, Pak Jokowi meminta kami untuk tidak pergi," ucapnya.

Selama tiga tahun menjabat sebagai Menteri Sosial, Khofifah mengaku hanya sekali dinas luar negeri dan dengan menggunakan APBN.

Ditinggal Pengajian, Rumah Warga Jombang Dibobol Maling, Pelaku Panjat Tembok dan Rusak Plafon Kamar

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved