Berita Bangkalan

Menteri Pertanian Pangkas Alokasi Pupuk Bersubsidi Hingga 50 Persen, Wilayah Madura Mulai Bergejolak

Menteri Pertanian memangkas alokasi pupuk bersubsidi hingga 50 persen, wilayah di Madura ulai bergejolak menyikapi kebijakan tersebut

Menteri Pertanian Pangkas Alokasi Pupuk Bersubsidi Hingga 50 Persen, Wilayah Madura Mulai Bergejolak
TRIBUNMADURA/AHMAD FAISOL
Petani di Desa Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan mengambil tanaman padi untuk ditanam di sawah miliknya, Selasa (14/1/2020). Petani belum mendengar pengurangan alokasi pupuk di tahun ini oleh Menteri Pertanian. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Angin tak sedap berhembus kencang menerpa percepatan pencapaian swasembada pangan di Jatim, salah satu wilayah yang merupakan penyangga pangan nasional.

Ini setelah berembus kabar, bahwa Menteri Pertanian akan memangkas alokasi pupuk bersubsidi hingga 50 persen.

Pengurangan jatah pupuk itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi.

Dalam Permentan tersebut, alokasi pupuk jenis Urea di Jatim tahun ini sejumlah 553.546 ton.

Sedangkan di tahun sebelumnya mencapai 1.074.758 ton.

Alokasi SP36 tahun ini hanya sejumlah 66.123 ton, tahun sebelumnya mencapai 155.833 ton.

Untuk jenis NPK di tahun ini sejumlah 437.809 ton. Alokasi di tahun sebelumnya mencapai 590.710 ton.

Pengurangan alokasi secara signifikan terjadi pada pupuk jenis ZA dan Organik. ZA di tahun 2019 mencapai angka 508.938 ton. Tahun ini anjlok di angka 186.766 ton.

Sedangkan jenis Organik menyisakan 105.350 ton dari jumlah 507.404 ton di tahun 2019.

Kontan saja berkurangnya alokasi pupuk bersubsidi di Jatim tahun ini menjadi sorotan tajam anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bangkalan Abd Azis.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved