Breaking News:

Berita Surabaya

FAKTA 3 Pelaku Sindikat Pengedar Tembakau Gorila Via Media Sosial, Peroleh Pasokan dari Jawa Barat

Tiga orang sindikat pengedar tembakau gorila dikeler ke Gedung Humas Mapolda Jatim, terkuat sudah jualan satu tahun lewat WhatsApp dan Line.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Sindikat pengedar tembakau gorila dikeler ke Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (30/3/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tiga orang anggota sindikat pengedar tembakau gorila dibekuk Ditresnarkoba Polda Jatim.

Mereka ialah Fiqih Mahendra (25) warga Gedangan Sidoarjo, Silmi Rahman Ghani (24) warga Sedati Sidoarjo, dan Norris Laksana Ramadhan (26) warga Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

Dari tangan ketiga anggota sindikat tersebut, petugas berhasil mengamankan 40 Kilogram tembakau gorila siap kirim.

Kabupaten Pamekasan Zona Merah Corona, TNI dan Polri Semprot Disinfektan di Pintu Jembatan Suramadu

Cegah Corona, Rumah Rakyat Pamekasan Bagikan Alat Semprot Disinfektan dan Masker ke Masyarakat

Empat Warga Pulau Masalembu Keluhkan Batuk, Pilek dan Sesak Napas Sepulang dari Malaysia

Sindikat pengedar tembakau gorila dikeler ke Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (30/3/2020).
Sindikat pengedar tembakau gorila dikeler ke Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (30/3/2020). (TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI)

Praktik jual beli barang memabukkan itu telah berjalan setahun. Selama kurun waktu itu, mereka memperoleh pasokan dari kenalannya di Cimahi, Jawa Barat.

Mereka menjual tembakau gorila ke berbagai macam kalangan di beberapa daerah dari pulau Jawa hingga ke pulau Bali.

Selama setahun mereka menjual tembakau melalui media sosial yakni, WhatsApps (WA) dan Line.

Per lima gram tembakau, dijual seharga Rp 350 Ribu. Bagi pembeli di dalam kota seperti Surabaya dan Sidoarjo, mereka akan terapkan sistem ranjau.

Bilamana pembelinya berdomisili di luar Jatim, mereka manfaatkan jasa ekspedisi antar barang.

Direktur Ditresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis Maharagung Simanjuntak menuturkan, para pelaku yang berhasil dibekuknya tak cuma menjual tembakau gorila semata.

Namun mereka juga keranjingan mengonsumsi tembakau yang dijualnya sendiri.

"Kami dapat keterangan, salah satu tersangka (Silmi) sudah mengonsumsi tembakau gorila yang dijual ini," katanya di Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (30/3/2020).

Pria Surabaya Cabuli Anak Kekasih saat Tidur Bertiga di Hotel, Hukuman Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Surabaya Akan Berlakukan Karantina Wilayah, Screening Bakal Diterapkan di 19 Pintu Masuk

Nekat Gelar Lomba Burung Merpati di Tengah Wabah Virus Corona, Warga Pamekasan Dibubarkan Polisi

BREAKING NEWS Perangkat Sidang Online Siap, 74 Perkara Disidangkan Secara Teleconference di Surabaya

Cornelis menuturkan, tembakau gorila tersebut menimbulkan efek halusinogen mendongkrak stamina dan libido seksualitas, namun sifatnya sementara.

"Hubungan seks 1 jam. Semangat kerja staminanya kuat, seperti gorila kira-kira begitu," tuturnya.

Akibat perbuatannya, mereka dikenai dikenai Pasal 112 dan Pasal 114 Tentang Narkotika.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved