Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur

2.020 Warga Jatim Jalani Rapid Test, 49 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan update pelaksanaan rapid test Covid-19 yang sudah digelar hingga Selasa (31/3/2020).

http://infocovid19.jatimprov.go.id/
Peta Covid-19 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan update pelaksanaan rapid test Covid-19 yang sudah digelar hingga Selasa (31/3/2020).

Hingga petang ini, total ada sebanyak 2.020 orang yang sudah menjalani rapid test

Mulai tenaga kesehatan, pasien dalam pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), hingga Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dari data yang didapatkan ada sebanyak 49 orang yang terdeteksi positif Covid-19.

Dari jumlah tersebut 8 diantaranya adalah tenaga kesehatan

“Hari ini yang sudah dilaksanakan rapid test sudah mencapai 2020 orang. Yang terdeteksi positif menjadi 49 orang,” kata Khofifah Indar Parawansa, Selasa petang.

90 Santri Asal Pamekasan Pulang Kampung Naik Bus, Diperiksa oleh Tim Satgas Covid-19, Ini Hasilnya

KABAR BAIK Kasus Covid-19 di Jatim, Lansia Positif Corona Usia 76 Tahun di Surabaya Akhirnya Sembuh

Jeruk Lemon Lokal Laris Diburu, Mengandung Senyawa yang Dipercaya Sebagai Penangkal Virus Corona

Dari jumlah yang positif tersebut terdiri dari 8 petugas kesehatan, 27 orang PDP, 12 orang ODP dan juga 2 orang OTG.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan, yang terdeteksi positif dari hasil rapid test tidak bisa dijadikan patokan bahwa mereka positif covid-19. 

Mereka yang sudah terdeteksi positif melalui rapid test harus dilanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR (Polymerase Chain Reaction).

Sebab hanya dengan metode ini maka akan bisa didapatkan konfirmasi virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan covid-19.

“Ini akan menjadi PR bagi gugus kuratif untuk melakukan percepatan swab dan PCR. Kami meminta agar mereka segera di swab dan dilakukan PCR. Bagi yang positif maka akan ditanggung oleh biaya ditanggung oleh pemerintah pusat sedangkan yang negatif akan ditanggung oleh pemerintah provinsi,” tegasnya. 

Sejauh ini sudah ada sebanyak 18.400 alat rapid test yang ada di Jawa Timur dan disebar ke 75 rumah sakit dan juga ke dinas kesehatan kabupaten kota dan dinas kesehatan provinsi.

Personil Kodim 0829 Wajib Berjemur Setiap Hari untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Kapolres Bangkalan Bagikan Sembako ke Pengayuh Becak dan PKL di Tengah Wabah Virus Corona

UPDATE Cegah Corona di Surabaya, Jalan Tunjungan & Darmo Kembali Ditutup Mulai Besok, Lihat Jamnya!

Khofifah meminta agar dinas kesehatan maupun rumah sakit yang sudah menerima alat rapid test agar segera melakukan tes massal cepat dan diatur sebagaimana rupa agar tidak menimbulkan antrian dan kerumunan baru.

Semenentara itu Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa Rapid test bukan gold standart untuk deteksi covid-19 tapi cukup untuk screening awal. 

“Dan belum pasti yang positif di rapid test itu menderita covid-19, bukan begitu. Tapi bisa jadi dia mendeteksi antibodi untuk virus corona yang lain seperti SARS atau MERS. Jadi konfirmasi presisi harus di swab PCR,” tegas Joni.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved