Wabah Virus Corona

Masker Surgical Langka, Apakah Penggunaan Masker Kain Bisa Bantu Cegah Penyebaran Virus Corona?

Masker kain bisa menjadi alternatif untuk digunakan sebagai bentuk perlindungan diri di tengah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Shutterstock
ilustrasi - Masker Surgical Langka, Apakah Penggunaan Masker Kain Bisa Bantu Cegah Penyebaran Virus Corona? 

TRIBUNMADURA.COM - Masker menjadi satu di antara sejumlah alat kesehatan yang langka di tengah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 seperti saat ini.

Jika pun ada, masker dijual dengan harga berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding harga normal.

Kelangaan masker itu disebabkan banyak warga yang menggunakannya untuk menghindari penyebaran wabah virus corona.

Sebagian Orang yang Terinfeksi Virus Corona Tak Tunjukan Gejala, Rentan Jadi Pembawa Covid-19

Gejala Orang Terinfeksi Virus Corona pada Hari Pertama, Waspada Jika Sudah Memasuki Hari Kesepuluh

Orang Batuk Belum Tentu Terinfeksi Virus Corona, Ini Cara Bedakan Gejala Sakit Biasa dan Covid-19

Padahal, sejumlah otoritas kesehatan berulang kali menyatakan jika masker hanya diperlukan bagi individu yang sedang sakit, selain tenaga kesehatan yang berinteraksi dengan pasien virus corona.

Disebutkan bahwa masyarakat yang sehat tidak perlu menggunakannya ketika beraktivitas sehari-hari dan menjaga kebersihan diri.

Sementara tenaga kesehatan perlu mengenakan masker karena berinteraksi secara rutin dengan pasien-pasien yang sakit.

Kondisi ini membuat mereka berisiko tinggi terpapar partikel virus.

Di saat yang sama, ada sejumlah masyarakat yang masih bekerja di luar rumah dan tidak bisa menghindari transportasi publik atau interaksi dengan orang lain.

Bagi orang-orang tersebut, penggunaan masker secara rutin mungkin perlu dilakukan.

Meski begitu, individu yang sehat diimbau untuk tidak menimbun masker bedah dan N95 karena stok di pasaran yang semakin menipis.

Masker-masker tersebut lebih dibutuhkan oleh para pekerja kesehatan.

Pengakuan Pasien Sembuh Virus Corona di Jawa Timur, Terpapar Covid-19 Karena Hal Sederhana Ini

Jadi Barang Langka di Tengah Virus Corona, Masker Rentan Didaur Ulang dan Dijual Kembali ke Pasaran

Para peneliti menemukan semakin banyak kasus asimptomatik muncul dibandingkan pada periode awal pandemik.

Data yang dikumpulkan oleh Pemerintah Cina mengindikasikan bahwa sepertiga orang yang teridentifikasi positif virus corona bisa menjadi silent carrier, seperti dilaporkan oleh South China Morning Post.

Tes penyebaran pada Diamond Princess juga menunjukkan bahwa setengah kasus positif virus corona di kapal tersebut tidak menunjukkan gejala.

Beberapa penghuni fasilitas perawatan di King County, Washington, dilaporkan tidak memiliki gejala atau memiliki gejala yang sangat ringan setelah mereka dipastikan terinfeksi virus corona.

Karena identifikasi dan isolasi orang dengan infeksi virus punya peran penting dalam memutus rantai penularan, orang yang tidak memiliki gejala atau mengembangkan gejala berpotensi terus menyebarkan penyakit secara tidak sengaja.

"Masih sulit untuk mengatakan berapa persen orang yang benar-benar tidak menunjukkan gejala karena banyak yang mengalami gejala beberapa hari kemudian," kata kepala petugas medis dari Rumah Sakit Universitas Pennsylvania, Dr. Neil Fishman, seperti dilansir dari NY Times.

Pemandu Lagu Tempat Karaoke Dibawa Petugas Satpol PP, Nekat Terima Tamu di Tengah Virus Corona

Demi Uang Rp 2 Juta, Suami Jual Tubuh Istri ke Pria Hidung Belang, Digerebek Ketika Layani Pelanggan

"Yang kami tahu adalah bahwa individu dapat menyebarkan virus sekitar 48 jam sebelum mereka mengalami pengembangan gejala. Memakai masker dapat mencegah penularan dari orang-orang itu." katanya.

Selain itu, mengenakan masker juga dapat mengurangi kemungkinan orang menyentuh wajah.

Adapun menyentuh wajah merupakan cara penularan lain dari virus dari permukaan-permukaan yang terkontaminasi.

"Oleh karena itu, untuk individu yang bekerja di industri penting tertentu, di mana mereka masih harus keluar setiap hari, saya pikir mengenakan masker masuk akal," kata Dr Fishman.

Di beberapa negara di Asia, orang-orang diimbau untuk memakai masker dengan pendekatan psikologis dari beraktivitas di keramaian dan perlindungan.

Jika semua orang memakai masker, individu akan melindungi satu sama lain dan dapat mengurangi penularan komunitas secara keseluruhan.

Namun, penggunaan masker tentunya harus tetap disertai praktik penting lainnya, seperti menjaga higienitas dengan rajin mencuci tangan dan menerapkan pembatasan sosial.

Sejumlah Hotel di Kota Malang Tutup Sementara, Dampak Okupansi Turun Drastis Akibat Virus Corona

Cara Mendaftar Nikah di Tengah Wabah Virus Corona Meski Kantor Kementerian Agama Tutup Sementara

Masker kain sebagai alternatif untuk masyarakat yang sehat.

Masker kain bisa menjadi alternatif untuk digunakan sebagai bentuk perlindungan diri.

Menggunakan masker kain bisa membantu mengurangi risiko kelangkaan masker bedah dan N95 yang lebih dibutuhkan oleh para tenaga kesehatan.

Pihak pemerintah pun menyampaikan hal serupa.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan, masker kain dapat menjadi pilihan ketimbang tak menggunakan masker sama sekali.

"(Penggunaan masker berbahan dasar kain) ini lebih baik dibanding tanpa pakai masker," kata Yuri kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Droplet merupakan sumber terjadinya penularan virus karena dapat berpindah dari orang yang sakit ke orang sehat.

Menurut Yuri, masker kain juga punya fungsi yang sama sebagai penahan droplet, baik droplet pemakai maupun orang lain.

Pengguna masker kain yang tidak sedang batuk dianjurkan mengganti masker tiap tiga jam sekali.

Sedangkan yang tengah flu disarankan mengganti masker lebih sering lagi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pakai Masker Kain Bisa Bantu Cegah Virus Corona

Dinas Pendidikan Sumenep Izinkan Dana BOS dan BOP Digunakan untuk Upaya Pencegahan Virus Corona

Ini Dugaan Penyebab Meninggalnya KH Masykur Hasyim Politisi PPP dan Kakak Ipar Gubernur Khofifah

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved