Breaking News:

Virus Corona di Kediri

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Hibahkan Gajinya untuk APD Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar tidak tanggung-tanggung untuk ikut mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di tengah masyarakat.

TRIBUNMADURA.COM/DIDIK MASHUDI
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar secara simbolis menyerahkan bantuan APD kepada rumah sakit rujukan di Kota Kediri, Senin (13/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar tidak tanggung-tanggung untuk ikut mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di tengah masyarakat. 

Abdullah Abu Bakar menghibahkan gajinya dalam bentuk alat kelengkapan medis kepada tenaga kesehatan berupa Alat Pelindung Diri (APD), untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di Kota Kediri.

Dua rumah sakit rujukan Covid 19 yang mendapatkan bantuan 100 Alat Pelindung Diri (APD) masing-masing RSUD Gambiran dan RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan.

Bantuan telah diserahkan di Kantor Balaikota Kediri, Senin (3/4/2020).

Abdullah Abu Bakar berharap bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bermanfaat bagi tenaga medis yang berjuang di garis depan pencegahan Covid-19.

Galakkan Gerakan Bermasker, Disporabudpar Gunakan Masker Batik Khas Sampang untuk Cegah Corona

Pasien Positif Covid-19 Berbohong Saat Diperiksa, 15 Tenaga Medis di Kediri Lakukan Isolasi Mandiri

Pemprov Jatim Buka Posko Pendampingan Pendaftaran Program Kartu Prakerja di 56 Titik

"Mereka yang pertama harus dilindungi terlebih dahulu," ungkapnya.

Ketersediaan APD di Kota Kediri telah mencukupi.

Pemkot Kediri juga sudah melakukan pengadaan untuk kebutuhan penanggulangan pandemi corona.

Selain memberi bantuan dua rumah sakit rujukan, Wali Kota Kediri juga membantu APD kepada puskesmas di wilayah Kota Kediri.

Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima menjelaskan, bantuan pribadi Wali Kota Kediri semakin menambah semangat teman-teman tenaga medis untuk berjuang membantu masyarakat.

"Perhatian seperti ini sangat dibutuhkan," ujarnya.

Fauzan Adima berharap pasien yang datang ke rumah sakit untuk jujur. Karena APD dipakai dalam situasi khusus atau di ruang isolasi.

"Jangan sampai nanti pasien berbohong atau nutup-nutupi datanya, mari kita sama-sama lindungi tenaga medis agar mereka bisa tetap aman bekerja," harapnya.

TKHI Bangkalan Positif Covid-19 Menulari Suami, Kadinkes Sindir: Diisolasi Malah Keluyuran ke Pasar

Syarat Pasien Positif Corona COVID-19 di Jatim yang Ingin Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

117 Debitur di Jatim Terdampak Corona Mendapat Keringanan Kredit Senilai Rp 34,7 Miliar

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved