Berita Malang

Baru Bebas berkat Asimilasi Corona, Napi Ini Ditangkap karena Mencuri Motor di Blimbing Malang

Faizal Bin Yoyok Sunarso dibebaskan dalam program asimilasi untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Polresta Malang Kota/ Pool/Purwanto. Wakapolresta Malang Kota AKBP Setyo Koes Heriyatno saat menunjukkan tersangka dan barang bukti. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Program asimilasi dari Kemenhunkam yakni dengan membebaskan para nara pidana dengan memotong masa hukuman justru digunakan beberapa penjahat untuk beraksi kembali.

Peristiwa penangkapan maling motor di Blimbing Kota Malang pada Minggu (12/4/2020) lalu jadi salah satu buktinya.

Maling motor yang tertangkap itu adalah Faizal Bin Yoyok Sunarso.

Pria berusia 43 itu merupakan narapidana yang baru bebas dari Lapas dengan program asimilasi.

Kini warga Dusun Lesti Desa Dawuhan Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang hanya bisa tertunduk lesu saat dilakukan Rilis Pers oleh Polresta Malang Kota.

Pasalnya pria yang penuh dengan tato di tubuhnya itu melakukan aksinya kembali mencuri sepeda motor.

Wakapolresta Malang Kota AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan tersangka adalah residivis kasus curanmor.

BREAKING NEWS Pasien Positif Corona di Pamekasan Bertambah 2 Orang, Berasal dari Klaster Asrama Haji

Napi di Malang yang Bebas berkat Asimilasi Bisa Dijebloskan Lagi ke Penjara, Jika Berbuat Kejahatan

Pasien Baru Positif Covid-19 di Jatirogo Tuban Sebelumnya Pernah Kontak dengan Pasien Meninggal

"Tersangka tertangkap saat akan mencuri motor di toko modern Jalan Raden Intan, Blimbing, Kota Malang, Minggu (12/4/2020). Saat akan mencuri sepeda motor itulah, korban memergoki pelaku lalu melaporkan kepada pihak kepolisian. Kemudian pihak kepolisian segera mengamankan tersangka," ujarnya, Selasa (14/4/2020).

Ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan, diketahui tersangka merupakan residivis curanmor.

"Dan tersangka juga diketahui mendekam di Lapas Pemuda Kelas II A Madiun dan baru bebas karena mendapatkan program asimilasi dari pemerintah," tambahnya.

Dirinya menyayangkan program asimilasi yang diberikan pemerintah justru dipakai oleh tersangka untuk berbuat kejahatan kembali.

"Oleh karena itu kita akan bersurat kepada Kemenkumham untuk mendapatkan data warga binaan yang mendapatkan asimilasi. Supaya kita dapat melakukan pengawasan dan langkah langkah pencegahan agar mereka tak melakukan kejahatan kembali," jelasnya.

Penutupan Jalan Tunjungan Surabaya Diperpanjang hingga Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Tak Terapkan PSBB Meski Ada 9 Positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk, Bupati: Jaga Stabilitas Ekonomi

Cerita Petugas Medis Siasati APD Menipis, Makan dan ke Toilet Harus Ditahan Saat Masuk Ruang Isolasi

Sementara itu, tersangka curanmor, Faizal Bin Yoyok Sunarso mengaku terpaksa melakukan kembali kejahatan tersebut.

"Saya kebingungan dengan keadaan saat ini. Sehingga saya kembali melakukan aksi pencurian motor lagi," ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka kembali meringkuk di balik jeruji besi. Dan terancam pasal 363 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved