Virus Corona di Malang

Meski 18 Kasus Positif Corona & 1 Orang Meninggal, Pemkab Malang Belum Percaya Diri, Tak Ajukan PSBB

Bupati Malang, Muhammad Sanusi masih bersikukuh belum mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayahnya.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Potret penerapan village physical distancing (VPD), di Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (20/4/2020). VPD adalah model pembatasan sosial tingkat desa yang diserukan oleh pemerintahan yang dipimpin Bupati Malang, Sanusi. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi masih bersikukuh belum mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayahnya.

Orang nomor satu di kabupaten Malang itu menyatakan alasannya tak mengajukan PSBB adalah karena tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Malang belum signifikan.

Data dari Satgas Covid-19 menyebutkan, 18 orang yang positif Covid-19, enam​ orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia.

Sedangkan yang masih dirawat di rumah sakit, berjumlah​ empat orang.

Ningsih Tinampi Jual Obat Rp 35 Ribu, Klaim Bisa Sembuhkan Corona, Begini Kata Dirut RSUD Dr Soetomo

Temboro Magetan Jadi Klaster Penyebaran Virus Corona, Pemprov Jatim Kirimkan 1.000 Alat Rapid Test

Cara Belanja Sembako di Lumbung Pangan Jatim, Buka Websitenya di Sini, Gratis Ongkir Radius 20 Km

Serta tujuh orang positif virus corona​ sedang jalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Sejak awal yang meninggal itu diduga sudah punya riwayat sakit parah jadi komplikasi gak hanya corona. PSBB kami belum memenuhi syarat pasal 2 Permenkes, jadi belum kami ajukan," ujar Sanusi, Senin (20/4/2020).

Ditanya terkait berapa jumlah desa yang sudah menerapkan Village Physical Distancing (VPD), Muhammad Sanusi tak menerangkan secara detail.

VPD adalah model pembatasan sosial tingkat desa yang diserukan oleh pemerintahan yang dipimpin Sanusi.

Katanya, desa yang masih bandel tidak menerapkan Village Physical Distancing (VPD) akan diberi peringatan keras.

"Camatnya nanti akan kami beri peringatan. Tapi yang laporan ke saya banyak sudah desa yang menerapkan physical distancing itu. Di (kecamatan) Dau, Pagelaran dan lain-lain," tutur Muhammad Sanusi.

Pemprov Jatim Siapkan Rp 995,04 Miliar untuk Jaring Pengaman Sosial Hadapi Covid-19

UPDATE Virus Corona di Jatim: Tak Ada Penambahan Kasus Positif Baru, 99 Orang Sembuh

Wali Kota Risma Sediakan Dua Hotel untuk Ruang Isolasi Khusus OTG Covid-19 di Surabaya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved