Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Pasien Corona Sampai Dirawat di IGD, Pemprov Jatim Tambah Ruang Isolasi di RSKI Unair Surabaya

Salah satu yang kini tengah gencar diupayakan tambahan bed nya adalah di Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga (RSKI Unair) Surabaya.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan tambahan bed isolasi ICU di RSKI Unair, Jumat (1/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Seiring bertambahnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur dan Kota Surabaya secara khusus, membuat Pemprov Jawa Timur mengupayakan tambahan bed ruang isolasi.

Salah satu yang kini tengah gencar diupayakan tambahan bed nya adalah di Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga (RSKI Unair) Surabaya.

Setelah sebelumnya ada 16 bed ruang ICU yang dioperasionalkan, kini diekspansi lagi menjadi 40 bed isolasi ICU yang telah bisa digunakan di Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga.

Gadis 16 Tahun Dirudapaksa Saudara, Pakai Sarung Demi Tutupi Kehamilan, Saya Dibunuh Kalau Menolak

Hari Keempat PSBB, Ribuan Kendaraan Berplat Madura di Check Point Suramadu Dipaksa Putar Balik

Menanti Buka Puasa Ramadan Jumat 1 Mei 2020, Ini Jadwal Buka Puasa dan Jadwal Imsakiyah di Madura

“Pengembangan ini adalah termin yang kedua. Full capacity nya untuk ICU dan HCU akan bisa untuk 200 bed pasien. Ini merupakan kerja sama dari beberapa perusahaan besar yang dikoorinasikan oleh Prof M Nuh dengan Pemprov Jatim yang support untuk tenaga kesehatannya,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan tambahan bed isolasi ICU di Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga, Jumat (1/5/2020).

Tren pasien terkonfirmasi positif Corona atau Covid-19 di Jawa Timur dan khususnya Kota Surabaya masih tinggi.

Jika Jawa Timur total kasus terkonfirmasi Covid-19 nya ada sebanyak 951 per Kamis (30/4/2020) malam, Kota Surabaya menyumbang 438 kasus.

Berdasarkan analisa data 60 persen PDP naik kelas menjadi terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan untuk yang dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) kecenderungannya 19 persen. Dan untuk dari OTG kecenderungannya mencapai 21 persen.

Gubernur Jawa Timur mengatakan bahwa penambahan bed sebagai upaya antisipasi harus terus dilakukan. Agar seluruh masyarakat di Jawa Timur bisa merasa aman dan terjamin layanan kesehatannya.

Dan ke depan juga akan diatur untuk perawatan pasien terkonfirmasi Covid-19 bisa dikonsentrasikan di satu titik tertentu. Agar bisa menjaga perlindungan tenaga kesehatan beberapa rumah sakit.

Nasib Tragis Siswi SMP Ketemu Pria Tua Gresik, Dipaksa Bercinta di Kandang Ayam Sampai Hamil 7 Bulan

33 TKI Malaysia Asal Pamekasan Berstatus ODR, Diwajibkan Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Polres Pamekasan Perketat Penjagaan Posko Covid-19 di Pantura, Kendaraan yang Masuk akan Diperiksa

“Kita tahu ada 46 nakes yang terinfeksi Covid-19, tapi bukan karena melayani pasien Covid-19, karena mereka tidak terkonfirmasi pasien itu PDP atau positif dan mereka tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD),” ucapnya.

Di sisi lain Dirut RSUA, Prof Nasronudin mengatakan bahwa saat ini pasien Covid-19 dan juga PDP yang dirawat di RSUA ada sebanyak 42 orang. Yang saat ini inden dan dirawat di IGD ada 15 orang.

“Yang kami rawat ada 42 orang, dan yang inden di IGD ada 15 orang. Rata-rata kunjungan di poli itu sampai 190 orang per hari. Dan sekarang yang sudah kita layani ada sekitar 4000 orang,” kata Prof Nasronudin.

Secara khusus ia menyampaikan terima kasih pada Khofifah Indar Parawansa yang telah banyak membantu untuk memberikan layanan dan tambahan bed bagi perawatan di rumah sakit ini.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved