Jam Malam PSBB Surabaya

Penerapan Hukuman Pidana Jadi Langkah Terakhir Polisi bagi Warga yang Langgar Aturan PSBB Surabaya

Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan akan menerapkan hukuman pidana bagi pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDDIN
Warga Surabaya yang terjaring Razia jam Malam PSBB di Surabaya dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Satuan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur tak main-main dalam menegakkan aturan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik

Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan akan menerapkan hukuman pidana bagi pelanggar aturan PSBB, hal itu langsung dibuktikan dengan penahanan 1x24 jam mereka yang terjaring razia jam malam di Surabaya.

"Ini sebagai efek jera bahwa pemrintah tidak main-main soal penanganan Covid 19 ini. Nanti yang sekarang terjaring razia akan kami tahan 1x24 jam, usai di rapid test dan di data," kata Luki, Minggu (3/5/2020).

Rapid Test Pelanggar PSBB Surabaya Ada yang Reaktif, Polisi Imbau Warga Jangan Nongkrong di Warkop

Gedung Bhara Dhaksa Disemprot Disinfektan Setelah Dijadikan Lokasi Rapid Test Corona Warga Surabaya

82 Pelanggar Terjaring Razia Jam Malam PSBB Surabaya, 5 Orang Reaktif Covid-19, Langsung Karantina

Mereka yang melanggar aturan itu akan dijerat pasal 93 tentang karantina dan pasal 216 KUHP yang ancaman hukuman 1 tahun.

Mekanisme penindakan itu akan diserahkan kepada Polres jajaran Polda Jatim yang pemerintah daerahnya memberlakukan PSBB.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan jika penerapan hukuman pidana itu akan diberikan sebagai upaya terakhir yang dipilih kepolisian untuk menindak masyarakat yang tak patuh selama pemberlakukan PSBB di Surabaya.

Sandi mengatakan jika penindakan berupa razia jam malam akan terus dilakukan setiap harinya dan menerapkan pendataan bagi setiap orang yang terjaring razia jam malam tersebut.

Polisi memberi batasan sekali terjaring razia akan diberikan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya melanggar jam malam selama PSBB, namun jika itu terulang kembali, maka polisi tidak segan melakukan tindakan tegas dengan menerapkan pasal pidana sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Tentu sementara kami berikan arahan dulu, untuk yang sudah terjaring razia jam malam ini. Kalaupun sudah bisa mengerti akan kami buatkan surat pernyataan tidak mengulang. Tetapi jika dikemudian hari selama PSBB diberlakukan yang bersangkutan kembali terjaring razia jam malam, tentu akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas Sandi.

Untuk diketahui, Polrestabes Surabaya menggelar razia untuk mengamankan warga Surabaya yang masih bandel saat diberlakukan jam malam pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ).

Ada 82 orang yang terjaring razia. Mereka dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Sebanyaka 82 warga Surabaya yang digiring menggunakan truk ke Mapolrestabes Surabaya dan langsung menjalani rapid test pada, Sabtu (2/5/2020) malam.

Hasil sementara, dari sekitar separuh orang yang dilakukan rapid test, lima di antaranya terindikasi positif Covid-19.

Para pelanggar jam malam pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) kebanyakan adalah pengunjung warung kopi yang masih tak mengindahkan imbauan dan aturan Pergub maupun Perwali.

Beberapa dari mereka ada yang reaktif Covid 19 dan sudah dibawa ke RS Menur Surabaya.

"Kami bawa warga yang tidak tertib melanggar aturan jam malam selama masa PSBB ini di Surabaya. Sementara hasil rapid test beberapa diantaranya reaktif Covid-19. Itu berasal dari warung kopi pinggir jalan yang nongkrong-nongkrong itu," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Minggu (3/5/2020).

Melihat potensi penyebaran Covid-19 berada di warung kopi, polisi mengimbau agar masyarakat taat aturan yang dikeluarkan pemerintah untuk kepentingan bersama.

"Sementara jangan keluar rumah dulu kalau memang tidak penting. Apalagi nongkrong di warkop, itu bisa jadi bahaya kalau akhirnya tertular atau menularkan. Lebih baik patuhi aturan pemerintah untuk kebaikan bersama agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir," pungkas Kombes Pol Sandi Nugroho.

Kasus Janda Muda Dipaksa Layani Oknum Perangkat Desa di Sumenep Madura Masih Tahap Penyidikan

BREAKING NEWS: 82 Warga Surabaya Terjaring Razia Jam Malam, Buntut Pelaksanaan PSBB Surabaya

Rapid Test 82 Pelanggar Jam Malam PSBB Surabaya, 5 Terindikasi Positif Covid-19, Dibawa ke RS Menur

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved