Virus Corona di Jawa Timur

Hasil Rapid Test Corona Tak Akurat, Gugus Tugas Jatim: Validitasnya 62,9 Persen

Tes polymerase chain reaction ( PCR) digadang-gadang menjadi solusi akurat untuk menguji infeksi virus corona. Lantas bagaimana dengan rapid test?

TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Petugas medis yang melakukan rapid test di DPRD Sidoarjo, Kamis (30/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tes polymerase chain reaction ( PCR) digadang-gadang menjadi solusi akurat untuk menguji infeksi virus corona. Sebab, rapid test Covid-19 hanya menguji ada dan tidaknya virus.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengungkap validitas rapid test untuk mendeteksi adanya Sars Cov 2 di tubuh seseorang memang rendah.

"Rapid test itu tidak begitu sensitif karena untuk di Indonesia rapid test ini hanya mengukur anti bodi, nanti akan keluar yang untuk mengukur anti gen," kata Joni Wahyuhadi, Kamis (7/5/2020).

Harga Gabah dan Beras di Tingkat Penggilingan Turun, Wagub Emil: Tren Berulang Setiap Tahun

Jurnalis di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Pendapat Ketua Komisi I DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath

Hasil Swab Terakhir Belum Keluar, 4 Pasien Corona di Sumenep Madura Dalam Kondisi Sehat

Joni Wahyuhadi menyebutkan, hampir semua produk rapid test yang masuk ke Indonesia untuk mendeteksi sebuah anti bodi pada sars cov 2 validitasnya 62,9 persen.

"Sensitivitasnya rendah, dan sifatnya memang bukan untuk diagnosis tapi skrining. Kalau positif dilanjutkan test PCR," lanjut Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya ini.

Joni Wahyuhadi mencontohkan, pada satu kasus bisa saja seseorang positif Covid-19 tapi saat dilakukan rapid test hasilnya negatif karena memang anti bodinya belum keluar sehingga rapid test tidak mendeteksi adanya antibodi.

"Ibaratnya ada musuh yang masuk, tentara kita menyerang musuh itu. Jadi yang dideteksi (rapid test) itu bukan musuh yang masuk tapi tentara yang menyerang. Kan bisa saja (saat rapid test) musuhnya sudah masuk tapi tentaranya belum ada," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved