Breaking News:

Berita Magetan

Mobil Elf Berisi Pemudik Terciduk di Tol Ngawi & Melintas Jalur Tikus, Langsung Diperiksa Kesehatan

Rombongan pemudik kepergok PJR di ruas jalan tol saat melintas jalan tikus setelah turun dri mobil elf.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/DONI PRASETYO
Rombongan pemudik diduga warga Ngawi, yang bekerja di Semarang, terlihat turun dari ELF yang ditumpangi, di ruas jalan tol untuk menghindari check point atau penyekatan di exit Tol Ngawi, kemudian dilanjutkan dengan memilih jalur tikus, untuk bisa sampai kampung halamannya. 

TRIBUNMADURA.COM, MAGETAN - Naas, rombongan pemudik, diduga warga Kabupaten Ngawi, namun bekerja di Semarang, tertangkap Polisi Jalan Raya (PJR) di ruas Jalan Tol atau over pass, saat berusaha melewati jalan tikus, setelah turun dari mobil ELF yang mengangkutnya dari Semarang.

Menurut Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Boby M Zulfikar, mobil ELF yang mengangkut pemudik ini sejak memasuki pos pantau, kemudian check point di rest area terus di monitor, baru setelah berhenti dan terbukti menurunkan penumpang, Polantas dan PJR mendekat.

PSBB Malang Raya Mulai 17 Mei 2020, Kampung Tangguh Jadi Faktor Penentu Pencegahan Penyebaran Corona

200 TKI Ilegal asal Pamekasan Pulang Kampung di Masa Pandemi Covid-19, Mereka Diliburkan & Kena PHK

BREAKING NEWS : PSBB di Malang Raya Berlaku Efektif Minggu 17 Mei 2020

"Anggota Satlantas Polres Ngawi baru mendekat, setelah mobil itu kedapatan benar menurunkan sejumlah penumpang, diduga kuat pemudik dari luar daerah yang mau pulang kampung di wilayah Kabupaten Ngawi, saat berusaha memanjat pagar pembatas jalan Tol," kata Kasat Boby M Zulkifar kepada TribunMadura.com, Rabu (13/5/2020).

Setelah pemudik yang turun di jalur tikus di ruas jalan tol Ngawi ini berhasil ditangkap, langsung diminta berkumpul untuk diidentifikasi anggota Satlantas Polres Ngawi.

"Sementara mobil ELF yang digunakan mengangkut pemudik itu langsung kami tilang, dan sopirnya kami mintai keterangan," ujar AKP Boby M Zulfikar.

Pemudik yang tertangkap diserahkan ke petugas BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi untuk diperiksa kesehatan sesuai prosedur tetap penanggulangan penyebaran Covid-19 setempat.

"Setelah melalui protokol kesehatan, sejumlah pemudik dari Semarang itu langsung diserahkan ke desa masing masing untuk dilakukan isolasi selama 14 hari," kata AKP Boby M Zulfikar.

Seperti diketahui, sejak sebulan lalu arus mudik melewati jalur tikus di ruas jalan tol Ngawi terus berdatangan.

Berbagai cara dilakukan pemudik untuk bisa menghindari check point atau penyekatan petugas gabungan.

Pemudik umunya lebih memilih jalur tikus di ruas jalan Tol Ngawi ini, meski medan yang dilalui relatif berat.

Bocoran PSBB di Malang Raya, Sutiaji Usul Penerapan Ganjil Genap dan Pelebaran Tepi Jalan di Pasar

Soal 7 TKI Ilegal asal Pamekasan Meninggal, Begini Upaya Disnakertrans Tekan Angka Pekerja Ilegal

Puasa Ramadan, Dua Pasangan Bukan Suami Istri Digerebek ketika Berduaan di Kamar Hotel Kota Kediri

Tapi keinginan kuat pulang kampung pemudik untuk bisa bertemu sanak keluarganya tak membuat ciut nyali untuk menempuh jalan yang sulit itu.

Sementara pengemudi ELF, Rizki Dimas yang mengangkut sejumlah pemudik itu mengaku sengaja menurunkan penumpang itu di ruas jalan Tol Ngawi itu, sesuai perjanjian sebelumnya.

"Saya sengaja minta penumpang turun di situ, karena di depan jalur itu ada pos check point yang melarang pemudik pulang kampung. Untuk mengangkut pemudik itu saya memasang tarif Rp 300.000 untuk satu penumpang, dari Semarang sampai jalan tol Ngawi itu," kata Rizki Dimas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved