Breaking News:

PSBB di Malang

Terminal Arjosari Kota Malang Tutup saat PSBB Malang Raya, Angkot Masih Boleh Beroperasi

Terminal tipe A dan terminal tipe B di Kota Malang tutup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Malang Raya.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Terminal Arjosari, Kota Malang tutup mulai Minggu (17/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Terminal tipe A dan terminal tipe B di Kota Malang tutup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Malang Raya.

Terminal Arjosari terlihat sangat lengang pada Minggu (17/5/2020).

Bagian pintu akses keluar masuk bus ditutup.

Dua water barrier dan palang bambu dipasang melintang di akses masuk bus menuju terminal.

Hal yang sama pun juga nampak di akses keluar terminal tersebut.

Soal Kelonggaran Salat Idul Fitri, Gubernur Khofifah: Hanya untuk Masjid Al Akbar Surabaya

Kebanjiran Pasien Rujukan Tanpa Koordinasi, IGD dr Soetomo Sempat Tutup Sementara

16 ABK KMP Awu Positif Covid-19, 74 ABK Diisolasi di Atas Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan terminal tipe A dan terminal tipe B di Kota Malang sedang ditutup.

"Ini sesuai Perwali Kota Malang nomor 17/2020 tentang pedoman PSBB. Penutupan ini akan dilakukan selama PSBB," ujar Handi kepada TribunMadura.com.

Penutupan terminal itu berlaku mulai hari ini.

Masjid Al Akbar Belum Putuskan Gelar Sholat Idul Fitri Berjamaah, 5 Ketentuan Ini Jadi Pertimbangan

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp 161,6 M untuk Bantuan APD hingga Sembako, Perkuat PSBB Surabaya Raya

Kasus Positif Corona Baru di Tulungagung, Perempuan 58 Tahun yang Merupakan Karyawan Pabrik Rokok

"Kami sudah koordinasi dengan pihak terminal. Pihak terminal siap melakukan atruan itu," jelasnya.

Handi menungkapkan sebenarnya kondisi Terminal Arjosari sudah sepi sebelum pemberlakuan PSBB Malang Raya.

"Bila kondisi normal, ada 1.500 penumpang per hari. Saat pandemi Covid 19, paling banyak hanya sekitar 20 penumpang per hari," tambahnya.

Meskipun terminal tutup, angkutan kota atau angkot dapat berjalan seperti biasa.

"Tetapi tetap mengutamakan standar protokol pencegahan Covid 19, terutama tempat duduk antar penumpang harus diberi jarak dan tidak boleh berdesakan di dalam angkot," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved