Ramadan 2020

Hikmah Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati Sampang Slamet Junaidi

Maka dari itu kita harus hadapi bencana ini secara bersama-sama dengan menahan rindu bertemu keluarga lalu esok kita dapat menikmatinya bersama.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Bupati Sampang, Slamet Junaidi 

TRIBUNMADURA.COM SAMPANG - MOMENTUM kebahagiaan di dalam bulan suci ramadan sekaligus hari raya Idul Fitri tidak dapat terelakkan saat bisa berkumpul bersama keluarga.

Hal itu pastinya menjadi harapan yang diidam-idamkan oleh semua masyarakat saat menunggu kedatangan bulan penuh berkah ini.

Terutama bagi masyarakat yang rela mencari nafkah di kota sebrang atau bahkan di negara perantauan.

Namun, sejak pandemi corona disease 2019 (Covid-19) menyerang beberapa negara termasuk Indonesia dan menyebar kesetiap daerah, harapan itu seakan gugur oleh adanya kebijakan tanpa mudik.

Di Kabupaten Sampang terdata jumlah para pemudik yang datang dari Jakarta, Surabaya, Bali, hingga Malaysia hingga saat ini sekitar 37.000 orang.

Setiap tahunnya mudik adalah tradisi untuk bersua dengan keluarga tapi di dalam musim pandemi covid-19 ini hal itu tidak lagi baku.

Sebab, ditengah pandemi saat ini yang harus ditanamkan oleh diri kita sendiri merupakan kebahagiaan bersama bukan pribadi.

Sehingga lebih baik kita bersabar menahan sedikit rindu melalui telephone atau menatap wajah keluarga lewat video call dari pada kita pulang membawa petaka.

Yang diinginkan kita kebahagiaan sesaat atau selamanya?

Jika menginginkan kebahagiaan selamanya, mari kita bergotong royong untuk mengingat ‘tidak melakukan tradisi mudik’ adalah senjata untuk memutus penyebaran covid-19.

Halaman
12
Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved