Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Kasus Corona di Jatim Makin Tinggi Selama PSBB Surabaya Raya, Begini Penjelasan Tim Gugus Tugas

Penerapan PSBB Surabaya Raya tahap dua telah berjalan tujuh hari. Namun, kasus Covid-19 malah makin meningkat.

Anthony Wallace / AFP
ilustrasi warga menggunakan masker untuk melindungi dari wabah virus corona 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Surabaya Raya ( Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik ) tahap dua telah berjalan tujuh hari.

Bukannya melandai, kasus positif Covid-19 di Surabaya Raya justru terus meningkat.

Bahkan, beberapa kali penambahan kasus positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai tiga digit yang mana sebagian besar disumbangkan oleh Kota Surabaya.

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono yang juga menjabat sebagai Koordinator PSBB Jawa Timur mengatakan, dalam masa PSBB Surabaya Raya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur melakukan pemeriksaan rapid test secara masif.

Pengunjung Mal di Jember Membludak Viral di Media Sosial, Fakta Baru Terungkap Setelah Polisi Datang

3 Tambahan Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, 1 di Antaranya dari Klaster Jamaah Tarawih

PW Muhammadiyah Jatim Imbau Umat Islam Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Dengan memperluas cakupan tracing tersebut tentu saja yang ditemukan reaktif rapid test juga semakin banyak.

"Waktu di Sidoarjo ada 500 orang (yang dilakukan rapid test) pasti ketemu ada yang direaktif terhadap rapid tersebut," kata Heru Tjahjono, Senin (18/5/2020).

"Jadi pasti jumlah ( kasus Covid-19 ) bertambah, karena yang diperiksa juga semakin banyak, kalau dulu dipilihi,"  lanjutnya.

Dengan cakupan tracing yang semakin banyak tersebut, diharapkan pada Mei ini merupakan puncak dari pandemi Corona sehingga setelah itu angka kasus Covid-19 turun secara bertahap.

Lebih lanjut, selain masif melakukan tracing, selama PSBB Surabaya Raya ada beberapa tindakan yang dilakukan sebagai sanksi yang melanggar poin-poin dalam surat edaran gubernur terkait PSBB Surabaya Raya.

"Ada beberapa KTP yang ditahan dan sanksi tersebut sudah berjalan," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menambahkan memang masih ditemukan banyak pelanggaran selama pemberlakuan PSBB Surabaya Raya tahap kedua.

"Contohnya pada 17 Mei ada pelanggaran ketertiban menggunakan masker, dan roda dua berbocengan," kata Emil Dardak.

Selain menindak pelanggar, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur juga proaktif melakukan pemantauan terhadap 1.037 tempat kerja.

"Seluas-luasnya dilakukan (pemantauan) secara proaktif karena salah satu fokus PSBB adalah memperluas Tracing," lanjut Emil Dardak.

Soal Kelonggaran Salat Idul Fitri, Gubernur Khofifah: Hanya untuk Masjid Al Akbar Surabaya

16 ABK KMP Awu Positif Covid-19, 74 ABK Diisolasi di Atas Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Surat Edaran Pemprov Jatim Soal Salat Id di Masjid, Pelaksanaan Khutbah Diperpendek-Jarak Shaf 2 m

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved