Virus Corona di Jawa Timur

Pemakaian Elpiji dan Listrik Meningkat Tajam Selama Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM di Jatim Anjlok

Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Timur menurun selama pandemi virus corona atau Covid-19.

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Konsumsi Bahan Bakar Minyak ( BBM ) di Jawa Timur menurun selama pandemi virus corona atau Covid-19.

Sebaliknya, konsumsi Elpiji subsidi dan listrik rumah tangga meningkat.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Jawa Timur, Setiajit menyebut, untuk konsumsi BBM jenis solar dan premium turun hingga 15-20 persen dari kondisi normal.

Kasus Positif Covid-19 di Kota Kediri dari Klaster Pabrik Rokok Tulungagung Bertambah 13 Orang

Pemkab Malang Turunkan Tim Sidak, Dapati Eselon III Tak Masuk Kerja, Kepala BKPSDM: Tidak Boleh WFH

Pemkot Surabaya Gagas Kampung Wani Jogo Suroboyo, Risma:Didik Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan

Dari data yang dirilis Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Setiajit menjelaskan untuk BBM jenis Gasoline yang terdiri dari Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo, pada kondisi normal pada bulan Januari dan Februari lalu konsumsi masyarakat mencapai 12.900 kilo liter per hari.

"Sedangkan pada bulan April kemarin turun menjadi 9.500 kilo liter per hari," ujar Setiajit, Selasa (26/5/2020).

Lalu untuk BBM jenis Gasoil, yakni Bio Solar, Dex, Dexlite tercatat konsumsi pada kondisi normal awal tahun adalah 6.000 kilo liter per hari. Pada bulan April turun menjadi 4.500 kilo liter per hari.

Sedangkan untuk elpiji terjadi fenomena berbeda, dimana elpiji PSO (Public Service Obligation) atau elpiji subsidi mengalami kenaikan hingga 5-8 persen.

"Konsumsi normal elpiji 3 kilogram normalnya pada Januari-Februari 2020, sebanyak 3.900 metrik ton (MT) per harinya, lalu pada bulan April naik 5-8 persen" lanjutnya.

Sedangkan konsumsi elpiji yang NPSO atau non subsidi yaitu elpiji 6 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram turun seiring menurunnya aktivitas di berbagai sektor ekonomi dan bisnis.

60 Persen Pasien Covid-19 di Sampang dari Klaster Pasar, Pedagang & Pengunjung Diajak Gunakan Masker

Cek Kesiapan New Normal Pelayanan Publik, Bupati Banyuwangi Keliling Kantor Desa dan Kecamatan

Selama Lebaran Ada Lonjakan Kunjungan Perantau yang Pulang Kampung ke Ruang Observasi Kota Kediri

Lebih lanjut untuk konsumsi listrik selama pandemi Covid-19 mengalami kenaikan terutama penggunaan listrik rumah tangga yang naik 5 persen.

Hal ini berbanding terbalik dengan konsumsi listrik untuk bisnis yang justru turun 5 persen.

Perbedaan itu, menurut Setiajit, sejalan dengan pelaksanaan program aktivitas dari rumah yang tengah digaungkan pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus SARS CoV-2.

"Agaknya memang pas kenaikan dan penurunan konsumsi energi dengan kebijakan stay at home," tandasnya.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved