New Normal di Mojokerto
Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto Siap Hadapi New Normal Life dan Terapkan Protokol Kesehatan
Disparpora Kabupaten Mojokerto menyambut baik wacana kebijakan pemerintah pusat untuk menyambut era new normal life selama pandemi Covid-19.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto menyambut baik wacana kebijakan pemerintah pusat untuk menyambut era new normal life selama pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Mojokerto, Amat Susilo mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat yang akan menerapkan hidup normal berdampingan dengan pandemi Covid-19 sesuai protokol kesehatan.
Bilamana tatanan menjalani hidup baru selama Pandemi Covid-19 ini diterapkan maka secara otomatis tempat-tempat pariwisata dapat kembali dibuka sehingga bisa menggerakan roda perekonomian masyarakat.
• Rapid Test Covid-19 di Ruko City 9 Surabaya, 127 Orang Reaktif, 8 Positif Berdasarkan Tes Swab PCR
• Dana BOS Bisa Dipakai Beli Paket Data Internet untuk Belajar di Rumah, Ini Kata Kadisdik Pamekasan
• Kabupaten Sidoarjo Siap Hadapi New Normal, Nur Ahmad Syaifuddin Berharap PSBB Berhenti di Tahap 3
"Jika new normal life ini diterapkan akan disambut baik oleh pelaku usaha disektor pariwisata dan kami telah mempersiapkan berbagai fasilitas penunjang guna mendukung protokol kesehatan di seluruh tempat wisata," ujarnya kepada TribunMadura.com, Sabtu (30/5/2020).
Ia menjelaskan pihaknya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan untuk menghadapi situasi new normal ini.
• Urdokkes Polres Pamekasan Lakukan Pemeriksaan Kesehatan pada Petugas Jaga di Pos Pengamanan Ketupat
• Hari Kedua Rapid Test Massal Gratis, BIN & Pemkot Surabaya Maksimalkan Alat Deteksi Sebaran Covid-19
• Kontak Erat dengan Pasien Positif Covid-19, 66 Warga Tempurejo Kota Kediri Jalani Rapid Test Corona
Nantinya, pengunjung masuk ke tempat wisata akan diperiksa suhu tubuh dan wajib mengenakan masker sekaligus menjaga jarak atau Social Distancing.
"Kami juga telah siapkan Digital Ticketing yang bekerjasama dengan Perbankan Jatim sehingga akan mempercepat pelayanan dan mengurangi kerumunan pengunjung di pintu masuk tempat wisata," ungkapnya
Menurut dia, pengunjung dibatasi minimal 50 persen sampai 60 persen dari kapasitas makskmal tempat wisata pada saat New Normal mulai diperlakukan.
Dia mencontohkan, seperti wisata Ubalan dan Air Panas Padusan berkapasitas 1000 pengunjung maka dikurangi menjadi 500 orang sampai 600 orang, wisata Jolotundo kapasitas 700 orang menjadi 400 orang.
Pengunjung dari luar kota, lanjut dia, tetap diperbolehkan mengunjungi tempat wisata di Kabupaten Mojokerto asalkan mematuhi protokol kesehatan.
Pengunjung tidak boleh masuk ke tempat wisata jika pemeriksaan suhu tubuh diatas 38 derajat celcius.
"Pembatasan pengunjung wisata ini untuk menjaga jarak aman Social Distancing supaya tidak berkerumun dan wajib menjalankan protokol kesehatan ditambah inovasi yang menyesuaikan kondisi tempat wisata tersebut," terangnya.
Ditambahkannya, kepastian tentang penerapan New Normal Life selama Pandemi disektor pariwisata masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus keputusan dari Tim Gugus Tugas Covid-19 terkait pertimbangan keamanan pembukaan tempat wisata ini.
"Sebenarnya sudah siap menyambut new normal life dengan protokol kesehatan yang selama ini sudah kami siapkan, jika besok ada pengumuman kita bisa segera kembali membuka tempat wisata," jelasnya.
Seperti yang diberitakan, sebanyak 12 objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Mojokerto ditutup sementara pada Selasa (17/3/2020) kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/suasana-di-wahana-wisata-air-terjun-dlundung-kabupaten-mojokerto.jpg)