Breaking News:

Berita Jawa Timur

Pembebasan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Timur Diperpanjang hingga 31 Juli 2020

Pemprov Jatim resmi memperpanjang pembebasan pembayaran denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Istimewa
Pembebasan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Timur Diperpanjang Hingga 31 Juli 2020 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau Pemprov Jatim resmi memperpanjang pembebasan pembayaran denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, Boedi Prijo Soeprajitno, mulanya program pembasan denda pembayaran pajak ini diberlakukan hingga 31 Mei 2020.

Namun, dengan pertimbangan karena pandemi Covid-19 di Jawa Timur belum selesai dan masih banyak warga masyarakat yang terdampak, maka program ini diperpanjang.

Pasien Positif Virus Corona di Pamekasan Bertambah Satu, Seorang Sopir Jurusan Pamekasan-Surabaya

Pengendara Motor di Bangkalan Oleng ke Kiri hingga Masuk ke Kolong Dump Truk, Korban Tewas di Tempat

Selama PSBB Surabaya Raya, Polda Jatim Sita 302 Motor, Hasil dari Razia Knalpot Brong dan Balap Liar

“Kami atas arahan ibu gubernur memutuskan untuk memperpanjang masa pemberlakuan bebas denda pembayaran PKB dan BBNKB Jatim hingga tanggal 31 Juli 2020,” kata Boedi Prijo Soeprajitno kepada TribunMadura.com, Rabu (2/6/2020) siang.

Boedi Prijo Soeprajitno, menjelaskan, bahwa selama pandemi Covid-19 ini, Pemprov Jatim mendorong agar masyarakat memanfaatkan metode pembayaran pajak melalui sistem online.

Pasalnya saat ini sudah ada sembilan kanal pembayaran pajak PKB dan BBNKB di Bapenda Jatim. Mulai dari e-Samsat Jatim, Samsat Online Nasional, Bank Jatim, Tokopedia, Link Aja, Griya Bayar Bank BTN, Indomaret, Alfamart, dan juga lewat PT Pos Indonesia.

“Dengan kemudahan membayar online, maka masyarakat akan terbantu untuk tidak datang langsung ke tempat-tempat pembayaran kami untuk membantu pemerintah memerangi Covid-19 dengan tidak keluar rumah,” tegas Boedi.

Di sisi lain, sejumlah titik pembayaran untuk pajak di Jatim memang masih dibuka. Ada sebanyak 46 layanan Samsat Induk di seluruh Jawa Timur masih buka. Selain itu juga 20 titik layanan drive thru.

Meski dibuka, ditegaskan Boedi bahwa penerapan protokol kesehatan menyambut new normal terus ditegakkan.

Seperti mengecek suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, petugas mengenakan face shield, dan juga penerapan physical distancing.

Sementara itu Kepala Bidang Pajak Bapenda Jatim, M Purnomosidi mengatakan bahwa sejak kebijakan pembebasan denda PKB dan BBNKB dilaksanakan sejak 2 April 2020 lalu, program ini sudah dinikmati oleh sebagak 101.336 wajib pajak.

“Dan dari kebijakan ini, gubernur telah membebaskan denda sebesar Rp 339.464.7590 (lost) yang dampaknya sangat dirasakan masyarakat yang telah memanfaatkan kebijakan ini. Tapi dengan pembebasan denda sebesar itu, kita bisa mendapatkan penerimaan PKB sebesar Rp 41.919.508.000,” kata Purnomo.

Kelakuan Tak Pantas Anggota DPRD Tulungagung Ngamuk & Tinggalkan Miras, Disebut-sebut Politisi PDIP

Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 di Sampang Madura akan Memperoleh Insentif dari Pemerintah

Ibunda Ashraf Pulang ke Malaysia, Bawa Hadiah Spesial dari BCL dan Ucap Umi is not Saying Good Bye

Dari jumlah tersebut ada yang membayar melalui manual di samsat maupun yang memanfaatkan pembayaran lewat online.

Tidak hanya itu, di momen Covid-19 ini banyak masyarakat yang membayar pajak melalui sistem pembayaran online yang disediakan.

“Selama pembebasan denda dalam rangka Covid-19 ini ada 147.705 wajib pajak yang membayar di luar Samsat atau memanfaatkan sistem bayar online. Totalnya penerimaan kita dari pembayaran online mencapai Rp 69.944.345.250,” kata Purnomo.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved