Breaking News:

Ibadah Haji 2020 Dibatalkan

Pemerintah Putuskan Tidak Berangkatkan Haji 2020, Kiai Ponpes Sabilurrosyad Gasek: CJH Harus Maklumi

Kementerian Agama memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2020.

VIA GETTY IMAGES/ANADOLU AGENCY
Jemaah haji di Arafat sebelum terjadi pandemi virus corona. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kementerian Agama memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia tahun 2020.

Keputusan tersebut diambil mengingat pandemi Covid-19 masih melanda hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Kiai sepuh Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, KH Marzuki Mustamar meminta Calon Jamaah Haji (CJH) memaklumi pemerintah yang memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji karena pandemi virus corona.

Menurut KH Marzuki Mustamar langkah yang diambil pemerintah adalah hal yang tepat mengingat kerajaan Arab Saudi hingga kini juga belum membuka akses bagi warga dari negara lain termasuk untuk kepentingan Ibadah Haji.

Banyak Wisman Eropa Batalkan Kunjungan ke Jatim hingga Bulan Agustus, Disbudpar: Ada Travel Warning

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Paparkan Skema New Normal di Webinar Kemendagri & Kemenpan RB

85 Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Malang, Dinkes Waspadai Klaster Singosari

"Semua harus memaklumi, kita tidak punya kabah, tidak punya arafah, tidak punya masjid Nabawi tapi kewenangan penuh di kerajaan arab saudi untuk membuka atau tidak," kata KH Marzuki Mustamar, Rabu (3/6/2020).

"Mohon seluruh jamaah juga memaklumi itu dan tidak usah mengkritik yang berlebihan karena yang begini bukan Indonesia saja. Tapi jamaah dari Yaman, Mesir dan mana-mana juga demikian," lanjutnya.

Jika pun nantinya Arab Saudi membuka akses untuk ibadah haji, akan sangat sulit bagi Indonesia untuk memberangkatkan 200 an ribu jamaah haji dengan waktu persiapan yang singkat.

"Butuh memastikan hotel, catering, dan transportasi disana. Lalu di dalam negeri juga harus mempersiapkan angkutan dari bandara ke Embarkasi dalam jumlah besar. Kalau baru dua Minggu sebelum wukuf dibuka, saya rasa Indonesia tetap tidak bisa memberangkatkan," kata KH Marzuki Mustamar.

Netizen Ragukan Kebersihan Sarung Tangan yang Dipakai Petugas Rapid Test, Ini Jawaban Poliklinik BIN

Era New Normal Naik Kereta Api Jarak Jauh, Penumpang Wajib Pakai Face Shield, Alatnya Disediakan KAI

Pasien Positif Covid-19 di Pulau Bawean Gresik Sempat Silaturahmi dengan Tetangga Saat Lebaran

Jika ada opsi Indonesia memutuskan untuk memberangkatkan sebagian jamaah haji, menurut KH Marzuki Mustamar hal tersebut juga tidak bijak.

"Nanti yang tidak berangkat protes, karena daftarnya bareng," lanjutnya

Untuk itu, mengingat jumlah jamaah yang sedemikian banyak, KH Marzuki Mustamar maklum jika pemerintah tidak memaksa untuk memberangkatkan Jemaah Haji.

"Kecuali kalau negara kecil mungkin bisa. Ini bukan karena usaha pemerintah yang kurang maksimal tapi riil kalau Saudi Arabia belum memberi kepastian," kata KH Marzuki Mustamar

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved