Breaking News:

PSBB di Jawa Timur

Nasib Lanjut Tidaknya PSBB Surabaya Raya, 3 Daerah Punya Usulan Berbeda, Transisi New Normal dan PPK

Nasib pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Surabaya Raya akan diputuskan hari ini, Senin (8/6/2020).

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
MACET - Kondisi bundaran Waru yang padat kendaraan saat pemberlakuan PSBB hari pertama, Selasa (28/4/2020). Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Nasib pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Surabaya Raya akan diputuskan hari ini, Senin (8/6/2020).

Koordinator PSBB Jawa Timur yang juga sekaligus Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono mengatakan, ketiga kepala daerah di Surabaya Raya telah mengusulkan agar PSBB Surabaya Raya tidak diperpanjang dengan sejumlah alasan.

Namun bukan berarti, protokol kesehatan sebagai langkah memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19 akan hilang sama sekali jika PSBB Surabaya Raya tidak diperpanjang.

Terlihat Lugu dan Menangis saat Video YouTube Bermasalah, Sifat Asli Kekeyi Dibongkar Pakar Ekspresi

Awal Mula Munculnya Virus Corona di Pamekasan Terungkap, Ini Sebab Pasien Positif Covid-19 Meningkat

Beredar Kabar Pasien Covid-19 Perempuan di Kabupaten Malang Keluyuran, Kapolsek Lawang: Tidak Benar

"Kalau di Gresik (usulannya) PPK yaitu Pengetatan Protokol Kesehatan. Untuk di Sidoarjo masa transisi menuju new normal. Judulnya beda-beda, kalau Surabaya belum," kata Heru Tjahjono, Senin (8/6/2020).

Hari ini, ketiga gugus tugas dari masing-masing kabupaten/kota akan membawa draft Perwali dan Perbup untuk disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, dan Kapolda Jatim.

"Kemarin sudah digodok secara teknis sampai jam setengah 1 dini hari, nanti jam 3 diputuskan," lanjutnya.

Heru mengatakan, memang menuju new normal life, Surabaya Raya belum memenuhi keenam syarat yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO).

Namun ada beberapa item yang sudah memenuhi di antaranya keikutsertaan masyarakat dalam memutus mata rantai penularan melalui kampung tangguh.

"Jadi sifatnya bukan di hulunya, tapi di hilirnya. Misalnya di Sidoarjo ada kegiatan yang dikonsentrasikan untuk memproteksi melalui RT dan RW," ujar Heru Tjahjono.

Hadapi New Normal, Terminal Purabaya Bikin Protokol Kesehatan, Penumpang Tujuan Bali Wajib Bawa SIKM

Ramalan Zodiak Senin 8 Juni 2020, Libra Habiskan Waktu dengan Teman, Cancer Energik dan Cekatan

Driver Ojol Minta PSBB Surabaya Raya Tak Sampai Tahap Keempat, Ungkap 1 Keinginan pada Pemerintah

Pemprov Jatim juga terus meningkatkan fasilitas serta manejemen kesehatan dengan berkoordinasi semua jenjang pemerintahan.

Seperti di Surabaya yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19, Heru mengatakan, fasilitas kesehatan tidak akan ditanggung oleh Pemkot Surabaya sendiri tapi juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota yang lain.

"Jadi untuk (PSBB) 3 wilayah nanti gubernur akan memutuskan," kata Heru.

"Pertimbangannya banyak, salah satunya hal-hal yang sifatnya bagaimana pengurangan Covid-19, kesiapan RS dan fasilitas kesehatan yang lain," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved