Breaking News:

Berita Viral

VIRAL Pria Curhat Tagihan Listrik 20 Juta, Tetap Harus Dibayar Meski PLN Sebut karena Kerusakan Alat

PLN Malang menyebut, benang merah melonjaknya tagihan listrik Rp 20 juta yang dialami warga Lawang bernama Teguh Wuryanto, karena kerusakan kapasitor.

istimewa
Teguuh, pemilik bengkel las di Malang beserta bukti tagihan listriknya yang mencapai Rp 20 juta. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Perusahaan Listrik Negara atau PLN Malang menyebut, benang merah melonjaknya tagihan listrik Rp 20 juta yang dialami warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, bernama Teguh Wuryanto, karena kerusakan kapasitor.

Kondisi tersebut membuat PLN mengganti dengan kapasitor baru.

"Mungkin kelemahan meteran yang lama, Jadi selama puluhan tahun itu, tidak membaca KVarh. Sehingga kesimpulannya pelanggan ini kapasitornya rusak. Ini meteran kami kan baru, di bulan Februari diganti," kata Manajer Bagian Keuangan, SDM dan Administrasi PLN UP3 Malang, Febrina Marnarizka Putri ketika dikonfirmasi, Rabu (10/6/2020).

Ramalan Zodiak Cinta Kamis 11 Juni 2020, Leo Komunikasi Sempurna dengan Pasangan, Cancer Buka Hatimu

Ramalan Zodiak Kamis 11 Juni 2020, Pisces Makin Pelit, Aquarius Semangatmu Bisa Menaklukkan Dunia

Risma Dorong Restoran dan Mal di Kota Surabaya Terapkan Protokol Kesehatan Ketat saat New Normal

Febrina Marnarizka Putri menegaskan, Teguh Wuryanto tetap harus membayar tagihan listrik sebesar Rp 20 juta. Meskipun melonjaknya tagihan itu karena kerusakan kapasitor.

Jika tidak bisa melunasi tagihan tersebut, Teguh Wuryanto tidak menjadi pelanggan PLN lagi alias layanan listriknya dicabut.

"Pertimbangannya memang karena itu kan murni pemakaian dia dan untuk temponya yang bersangkutan (Teguh Wuryanto) meminta 6 kali cicilan," kata Febrina Marnarizka Putri.

Febrina Marnarizka Putri menyebut, Teguh Wuryanto sudah menyadari kalau kapasitor lama itu tidak bekerja secara maksimal.

"Namun pelanggan ingin ada informasi dari PLN. Padahal, perjanjian jual beli, PLN itu tidak ada kewenangan pada instalasi," tegas Febrina Marnarizka Putri.

Febrina Marnarizka Putri menganggap PLN Malang tidak bersalah atas lonjakan tagihan listrik yang dialami Teguh Wuryanto.

Karena fakta empiris tarif kenaikan bisa dibuktikan dengan catatan meteran lisrik.

Pilkada Sumenep 2020: Pembina PAN Sumenep, Minta DPP Cabut SK Dukungan ke Achmad Fauzi-Dewi Khalifah

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI SCTV GTV NET TV TRANS 7 Kamis 11 Juni 2020, Ada Film The Covenant

UPDATE CORONA: Kasus Positif Covid-19 di Jatim Bertambah 304, Surabaya Jadi Penyumbang Terbanyak

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved