Virus Corona di Jember

UPDATE CORONA di Jember: 15 Klaster Terlacak Sumber Penyebarannya, Tak Semua Punya Riwayat Kontak

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember mengelompokkan 17 klaster penyebaran Corona di Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Elma Gloria Stevani
Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember mengelompokkan 17 klaster penyebaran Corona di Jember.

Dari 17 klaster itu, 15 klaster sudah diketahui sumber penyebaran sehingga sudah memiliki penyebutan, dan ada dua klaster yang belum ada nama atau belum ada penyebutan.

15 klaster itu adalah klaster Jakarta I, klaster Jakarta 2 (Bea Cukai), klaster Sukolilo, klaster Papua, klaster Jombang (Kecamatan Jombang, red)) I, klaster Jombang (Kecamatan Jombang, red) II, klaster Kaliwates, klaster Petugas I, klaster Petugas II, klaster Gowa, klaster Patrang, klaster Temboro, klaster Surabaya I, klaster Surabaya II, dan klaster Pedagang Pasar. Dua klaster belum ada nama, yakni belum ada klaster I dan II.

Sanksi Bagi Warga Tak Bermasker saat Transisi New Normal di Surabaya, KTP Disita, Push Up atau Joget

Kisah Wanita Ladies Club di Masa Pandemi, Pendapatan Tak Menentu, Andalkan Tabungan untuk Bertahan

BREAKING NEWS: Tambah 10, Jumlah Kasus Virus Corona di Sumenep Madura Jadi 35 per 23 Juni 2020

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Corona dari keseluruhan klaster itu mencapai 99 orang hingga Minggu (21/6/2020).

99 orang terkonfirmasi itu terdiri atas 35 pasien sembuh (35,35 persen), 60 orang masih dirawat (60,61 persen), dan empat orang meninggal dunia (4,04 persen).

Total kasus pasien dala pengawasan (PDP) mencapai 194 orang, total kasus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.282, lalu 37.895 orang dalam risiko (ODR), dan 1.629 orang tanpa gejala (OTG).

"Belum ada klaster karena untuk kontak terjangkitnya belum ada atau belum ditemukan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jember, Gatot Triyono, Senin (22/6/2020).

Dari analisa klaster yang dibagikan gugus tugas kepada wartawan, tidak semua mereka yang terkonfirmasi saling terhubung meskipun dalam satu klaster.

Artinya, tidak semua warga yang terkonfirmasi positif dalam satu klaster memiliki riwayat kontak, atau terpapar.

Seperti contoh dalam klaster Jakarta I. Gugus tugas mendata ada empat orang terkonfirmasi positif dalam klaster tersebut.

Hanya dua orang terkonfirmasi (kasus ke-1 dan kasus ke-5) yang dicatat memiliki riwayat kontak karena satu instansi/kantor.

Aurel Ingin Menikah di GBK dan Undang 50 Ribu Orang, Atta Halilintar Hitung Biaya Capai Rp 25 Miliar

Bukan Koin Rp 1000 Gambar Kelapa Sawit, Ini Penampakan Uang Logam Termahal Keluaran Bank Indonesia

KATALOG PROMO ALFAMART 23 Juni 2020, Ragam Diskon Susu, Camilan, Detergen Berlaku hingga 30 Juni!

Kedua orang tersebut kini sudah dinyatakan sembuh dari paparan virus corona.

Kemudian dua sisanya, yakni kasus ke-48 dan kasus ke-93 tidak saling terhubung, atau tidak saling memiliki riwayat kontak, pun dengan dua kasus sebelumnya yang sudah sembuh.

Kasus ke-48 sudah dinyatakan sembuh, sedangkan kasus ke-93 masih dirawat di rumah sakit.

Keempat orang terkonfirmasi ini tercatat dalam klaster Jakarta karena memiliki riwayat bepergian dari Jakarta.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved