Breaking News:

Berita Sampang

Pemasaran Produk Lokal Pengusaha Sampang ke Toko Retail Modern Masih Terkendala Standarisasi

Pemasaran produk lokal di Kabupaten Sampang ke toko retail modern terkendala distandarisasi.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Seorang pria saat membeli di toko modern Indomaret di Jalan KH. Wahid Hasyim Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Upaya pemasaran produk lokal di Kabupaten Sampang, Madura, ke toko retail modern, terkendala distandarisasi.

Tercatat, dari 320 jenis produk lokal di Kabupaten Sampang yang ditangani Disperindagprin Sampang, hanya 56 produk yang memenuhi standarisasi.

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperindagprin Sampang, Irwan Ferdiawan mengatakan, untuk menembus penjualan ke retail modern, tidak mudah seperti yang dibayangkan.

Tragedi Mencekam di Lorong Puskesmas Madura, Efendi Tewas Berlumur Darah dengan Luka Sayatan di Dada

Tempat Kos di Kediri Terancam Ditutup, Dijadikan Lokasi Menginap Pasangan Selingkuh dan Pesta Miras

Jumlah Kasus Covid-19 dari Klaster RM Rawon Nguling Probolinggo Bertambah, Pasien Baru Capai 7 Orang

Sebab, jenis makanan dan minuman yang ditawarkan oleh para Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Bahari harus teruji nutrisi, halal, pengemasan, dan melakukan daftar merek.

Sedangkan, untuk sementara ini anggaran dalam memberikan pembinaan sekaligus memfasilitasi masih terbatas, terlebih biaya memenuhi standarisasi terbilang mahal.

Sehingga, dalam memasarkan ratusan produk secara serentak harus butuh waktu untuk merealisasikan secara bertahap.

"Untuk menfasilitasi pendaftaran merk, uji nutrisi, halal, dan pengemasan dianggarkan Rp. 200 juta pertahun," ujarnya kepada TribunMadura.com, Minggu (9/8/2020).

"Sedangkan untuk kemasan produk kita belum memenuhi standar, jadi kita perlu mendisain ulang," imbuh dia.

Tragedi Mencekam di Area SPBU, Berawal Saling Pandang Berujung Celurit Melayang di Tangan Matraji

Irwan Ferdiawan menambahkan, selama ini strategi pemasaran produk lokal yang dipasarkan ke toko modern dilakukan dengan cara menjalin kemitraan dengan perusahaan (toko modern).

Sehingga, pihaknya hadir untuk membantu atau memfasilitasi menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan di sejumlah wilayah.

Sedangkan hingga saat ini, toko modern berjenis swalayan yang sudah bermitra berjumlah 16 toko, bahkan juga ada di berbagai kota-kota besar.

"Sejumlah toko modern yang ada di luar daerah seperti, Surabaya, Gresik, Malang, dan Jombang," pungkasnya.

Musala Jadi Lokasi Berbuat Dosa, Pemuda Sampang Curi Ponsel Guru Ngaji saat Mengajar Para Santri

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved