Berita Sampang

Sekolah di Sampang Berpeluang Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Dinas Pendidikan Tunggu Regulasi

Siswa sekolah di Kabupaten Sampang bisa memulai kegiatan pembelajaran tatap muka.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Siswa SMAN 1 Sampang saat berada di halaman sekolah, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kabupaten Sampang, Madura, berpotensi menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) pembelajaran tatap muka.

Itu setelah Kabupaten Sampang masuk zona kuning, setelah sebelumnya berada dalam zona oranye.

Plt Kepala Dinkes Sampang, Agus Mulyadi mengatakan, peralihan zona Kabupaten Sampang beradarkan data Pemprov Jatim.

Tempat Kos Mesum di Kota Kediri Disegel Satpol PP, Dijadikan Lokasi Menginap Pasangan Selingkuh

Siswa SMP di Kabupaten Nganjuk Belum Diperbolehkan Ikut Pembelajaran Tatap Muka pada Masa Pandemi

Pembelajaran Tatap Muka Siswa SMA SMK SLB di Jawa Timur Dimulai 18 Agustus 2020, Simak Penjelasannya

"Kalau tidak salah beralihnya zona dari merah ke kuning antara 9 - 10 Agustus 2020 lalu," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, terkait regulasi yang dikeluarkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kamendikbud) tentang daerah berstatus kuning boleh terapkan KBM secara tatap muka perlu adanya proses lebih lanjut.

Sebab, perlu adanya pemantauan lebih mendalam karena sewaktu-waktu zona bisa saja dapat berubah.

"Zona ini terus bergerak sehingga, perlu adanya pantauan dua sampai tiga Minggu, dan kami akan melakukannya," terangnya

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Nor Alam menambahkan, memang menurut imbuan Kemendikbud, lembaga sekolah di daerah yang dapat menerapkan KBM tatap muka harus berstatus zona kuning.

Melihat Kota Bahari sudah beralih ke zona kuning, pihaknya tetap menunggu keputusan dari pemerintah pusat untuk mengaktifkan kembali KBM di Sampang.

"Kami tidak memiliki kewenangan, jadi menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat karena ini demi kesehatan siswa dan guru," pungkasnya.

Dikira Aksi Sabotase, Ledakan di Dekat Gedung DPRD Jember Berasal dari Gas Elpiji yang Meledak

Rahasia Terdalam Sugeng 3 Tahun Dikuak Teman, Berawal dari Sakit Hati Karena Kulkas Disita Tetangga

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved