Berita Lumajang

Drama Penggerebekan Tersangka Penggelapan Mobil di Lumajang, Acungkan Senjata Pusaka hingga Didor

Khoirul Anam (29) mengeluarkan senjata pusaka dari balik baju saat digerebek polisi.

t-nation.com
ilustrasi - Drama Penggerebekan Tersangka Penggelapan Mobil di Lumajang, Acungkan Senjata Pusaka hingga Didor 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Tim Kuro Polres Lumajang terpaksa menghadiahi timah panas di kaki Khoirul Anam (29).

Polisi menembak kaki Khoirul Anam karena mencoba melawan saat akan ditangkap.

Ia ditangkap atas kasus penggelapan mobil Avanza milik Saefudin Zuhri (59), warga Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang.

Perubahan Sikap Istri Buat Hendrik Sakit Hati, Sindiran Sang Adik Ipar Nyaris Jadi Pertumpahan Darah

Warga Tulungagung Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, Akui Tidak Bisa Pulang Meski Sedang Sakit

Warga Tak Pakai Masker di Bunulrejo Kota Malang Wajib Bawa Pot Tanaman untuk Tebus KTP yang Disita

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Masykur mengatakan, tersangka telah menyewa mobil korban sejak pertengahan bulan Agustus.

Namun, kata AKP Masykur, mobil itu tak kunjung kembali hingga batas waktu yang disepakati.

"Jadi dia (tersangka) sudah menggelapkan mobil milik korban yang dia lakukan 14 agustus 2020. Sampai sekarang gak kembali (mobil)," kata AKP Masykur, Jumat (28/8/2020).

Atas laporan ini, polisi melakukan pengintaian hingga ke tempat persembunyian tersangka di Kota Malang.

"Tersangka kami tangkap di kosnya di Jalan Panglima Sudirman Utara, Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Rabu (26/8) dini hari," Ujar Masykur.

Saat digerebek, tersangka lantas mengeluarkan senjata pusaka dari balik baju ke arah polisi.

Diajak ke Rumah Paman, Pria Lumajang ini Nyaris Dibunuh Saudara Ipar saat di Boncengan Motor

Ngaku Bantu Ibu dan Kebutuhan Anak Istri, Pemuda ini Gondol Sepeda Motor di Parkiran Minimarket

"Waktu kami amankan di kosnya, dia keluarkan semacam pusaka kayak penikam tapi bukan golok. Akhirnya kami lumpuhkan," ucapnya.

Setelah tersangka ditangkap, polisi mendapat fakta baru jika ia sudah menggelapkan mobil lebih dari satu kali.

"Memang ternyata tersangka ini pemain sudah 3 kali. Lah baru ini ketangkap," ujarnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka kini telah mendekam di balik jeruji besi karena disangkakan melanggar Pasal 372 KUHP.

"Masuk kategori penipuan atau penggelapan. Dia mengaku menyewa tapi setelah dikuasai digadaikan ancaman hukuman 4 tahun," pungkasnya.

Promo KFC Periode 24 - 30 Agustus 2020, 7 Potong Ayam Goreng Mulai dari Harga Rp 83.636

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved