Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Kabupaten Sampang Beralih ke Zona Kuning, Sejumlah Pantai dan Tempat Wisata Masih Ditutup

Kabupaten Sampang beralih ke zona kuning atau kategori penyebaran virus corona atau Covid-19 rendah.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Lengang, wisata religi Makam Ratu Ibu di Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (30/8/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kabupaten Sampang beralih ke zona kuning atau kategori penyebaran virus corona atau Covid-19 rendah.

Status zona kuning di Kabupaten Sampang tidak membuat pengelola wisata membuka tempat wisata.

Berbeda dengan dua tempat wisata yang masih dibukahingga kini yakni, Pantai Camplong dan Pantai Lon Malang.

Dua tempat wisata itu sudah dibuka sejak beberapa pekan yang lalu.

Pembukaan tempat wisata dilakukan karena para pedagang meminta tempat wisata kembali beroprasi demi menstabilkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Jelang Lanjutan Liga 1 2020, Arema FC Agendakan Training Center dan Refreshing di Pantai Balekambang

Bersama Penyintas Covid-19, Gubernur Khofifah Bersepeda Sembari Bagikan Masker di Kota Mojokerto

Toyota Calya Tertabrak KA Matarmaja, Perlintasan Tanpa Palang di Jalan Kolonel Sugiono Blitar Eror

Dari pantauan TribunMadura.com, ada 11 tempar wisata yang tersebar di Kabupaten Sampang.

Mulai dari Pantai Camplong, Pantai Lon Malang, Pantai Kera Nepa, Gua Lebar, Situs Ratu Ibu, Kelampis, Situs Trunojoyo, Karang laut Mandangin, Situs Sayyid Usman, Panji Laras.

"Pastinya sejumlah wisata yang ditutup saat ini masih belum direkomendasikan, terlebih dikhawatirkan pandemi kembali besar penyebarannya," kata Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Destinasi Wisata, Syahroni, Minggu (30/8/2020).

Sementara untuk upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di dua wisata yang saat ini sudah beroprasi, pihaknya menekankan kepada pengelola maupun pengunjung untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Meskipun tidak ada suatu tindakan tegas, seperti halnya sanksi bagi para pengunjung bila tidak bermasker.

Syahroni menyampaikan, tidak diberikannya suatu sanksi karena sesuai monitoring, para pengunjung wisata sudah sadar akan bahayanya virus corona dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

BREAKING NEWS - Mobil Toyota Disambar KA Matarmaja di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Kota Blitar

BREAKING NEWS - Toko Elektronik di Jalan Kranggan Kawasan Pasar Blauran Terbakar, Empat Orang Tewas

Lima Orang Tewas Dalam Insiden Kebakaran Toko Elektronik di Jalan Kranggan Kawasan Pasar Blauran

Terlebih, jumlah para pengunjung wisata di tengah pandemi covid-19 semakin berkurang, hanya pengunjung dari kalangan muda-mudi lokal.

Sedangkan, wisatawan dari luar kota, kata Shahroni tidak ada.

"Untuk petugas di setiap wisata melakukan pantauan dan imbauan bila ada salah satu pengunjung tidak bermasker," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved