Virus Corona di Banyuwangi

Baru Didirikan, Dapur Umum Klaster Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi Terancam Ditinggal Relawan

Banyak berseliweran nyinyiran dan sindiran di media sosial dan WhatsApp grup terkait kinerja para relawan dapur umum.

Penulis: Haorrahman Dwi Saputra | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HAORRAHMAN
Relawan menyiapkan makanan untuk kebutuhan klaster Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Kabupaten Banyuwangi, Selasa (1/9/2020). 

Mereka harus memasak sendiri untuk memenuhi standart kesehatan yang telah ditetapkan.

"Para relawan itu bekerja hampir 24 jam. Hanya tidur 1 sampai 2 jam. Karena kalau istirahat keterlambatan akan semakin panjang. Kalau masih seperti ini, kami akan menarik diri. Pulang saja," tegas Kadir.

Belum lagi makanan harus berstandar kesehatan. Harus ada nasi, buah, lauk, dan sayur.

Kemasannya pun harus nasi kotak, bukan nasi bungkus.

Kadir mengatakan, hal ini bukanlah bencana yang biasa para relawan hadapi, seperi gempa, banjir, atau lainnya.

"Ini adalah bencana covid 19 yang musuhnya tidak kelihatan. Mereka bertaruh nyawa di sini. Tolong dihargai. Kalau tidak bisa tolong jangan ngoceh saja. Datang ke sini lihat sendiri. Kalau mereka ini pulang, tidak ada sanksi untuk mereka," katanya.

Mantan Kepala Dinas Perizinan Banyuwangi itu mengatakan, semuanya mulai berjalan normal ketika bantuan tenaga dari Dinas Sosial Jatim dan aparat TNI Kodam V/Brawijaya datang ke Banyuwangi pada Selasa (1/9).

Kadir mengatakan dengan bantuan tenaga ini sangat membantu untuk menyiapkan kebutuhan makan.

Ia menambahkan, seluruh bahan makanan berasal dari APBD Banyuwangi yang diambilkan dari dana Biaya Tak Terduga (BTT).

Tris Edi, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) mengatakan, para relawan ini baru tiba di dapur umum pada Minggu (30/8) pukul 02.00 pagi langsung bekerja mempersiapkan makanan dan segala sesuatunya.

"Hari pertama itu kami harus menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari peralatan, tenda, bahan makanan, dan memasak. Kami hanya tidur 1 hingga 2 jam saja secara bergantian. Tolonglah hargai kami," kata Edi.

Dedi Utomo, Koordinator Taggana Banyuwangi mengatakan, relawan yang diperbantukan ini sudah banyak yang berpengalaman mempersiapkan makanan saat PSBB di Surabaya dan Sidoarjo.

"Banyak yang sudah berpengalaman di PSBB Surabaya dan Sidoarjo. Di sana mempersiapkan 12.000 porsi sehari. Sementara di Banyuwangi 18.000 porsi," kata Dedi. (haorrahman)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved