Breaking News:

Virus Corona di Banyuwangi

Baru Didirikan, Dapur Umum Klaster Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi Terancam Ditinggal Relawan

Banyak berseliweran nyinyiran dan sindiran di media sosial dan WhatsApp grup terkait kinerja para relawan dapur umum.

TRIBUNMADURA.COM/HAORRAHMAN
Relawan menyiapkan makanan untuk kebutuhan klaster Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Kabupaten Banyuwangi, Selasa (1/9/2020). 

Pada hari pertama, Kadir mengakui banyak kendala teknis yang dihadapi. Mulai dari persiapan hingga membangun tenda logistik yang membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga sarapan di hari pertama datang terlambat.

Kata dia, hal ini karena keputusan mendirikan dapur umum baru diputuskan, Sabtu (29/8) malam, setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan pihak pondok.

Sementara dapur umum harus sudah dilaksanakan pada Minggu (30/8/2020). 

"Hari pertama itu pertama kalinya kami melakukan persiapan. Apalagi keputusannya mendadak. Banyak yang harus dilakukan sementara tenaga kami sedikit," kata Kadir.

Ia menyebut, tidak mudah untuk menyediakan makanan 6.000 porsi tiap kali makan, sehingga dalam satu hari dapur umum harus menyediakan 18.000 porsi makanan.

Mereka harus memasak sendiri untuk memenuhi standart kesehatan yang telah ditetapkan.

"Para relawan itu bekerja hampir 24 jam. Hanya tidur 1 sampai 2 jam. Karena kalau istirahat keterlambatan akan semakin panjang. Kalau masih seperti ini, kami akan menarik diri. Pulang saja," tegas Kadir.

Belum lagi makanan harus berstandar kesehatan. Harus ada nasi, buah, lauk, dan sayur.

Kemasannya pun harus nasi kotak, bukan nasi bungkus.

Kadir mengatakan, hal ini bukanlah bencana yang biasa para relawan hadapi, seperi gempa, banjir, atau lainnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved