Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Sanksi Denda Rp 100 Ribu untuk Pelanggar Protokol Kesehatan di Sampang Madura akan Diberlakukan

Pelanggar protokol kesehatan di Sampang akan didenda Rp 100 ribu bagi perseorangan dan denda Rp 1 juta bagi badan usaha dan perusahaan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi protokol kesehatan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Penerapan sanksi pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur akan diterapkan.

Pelanggar protokol kesehatan didenda Rp 100 ribu bagi perseorangan dan denda Rp 1 juta bagi badan usaha dan perusahaan.

Hal itu sesuai Peraturan Bupati (Perbup) dan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 6 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Namun, penerapan sanksi denda itu tidak semerta-merta langsung dilayangkan kepada pelanggar Prokes melainkan, ada beberapa tahap.

Andri Ibo Positif Covid-19, Aji Santoso Minta Pemain Persebaya Surabaya Utamakan Protokol Kesehatan

Masih Ada Dokter yang Bandel, Tak Pakai Masker saat Mengemudikan Mobil di Jalan Merdeka Kota Blitar

Wakil Gubernur Jatim Menyapa Mahasiswa Baru Universitas Trunojoyo Madura Secara Virtual saat PKKMB

Hal itu disampaikan oleh, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Harunur Rasyid bahwa penerapan sanksi secara bertahap seperti, teguran terlebih dahulu hingga mengisi surat pernyataan.

"Jadi bila pelanggar masih membandel bila sudah dikenakan sanksi teguran hingga mengisi surat pernyataan, maka sanksi denda dilayangkan," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (14/9/2020).

Berkendara Tapi Tidak Pakai Masker? Siap-siap Warga Kota Blitar Kena Denda Rp 250.000

BREAKING NEWS: Seorang Petugas Tracing Covid-19 di Puskesmas Kedundung Kota Mojokerto Positif Corona

Ayo Segera Daftar Kartu Prakerja Gelombang 8, Bakal Ditutup Siang Ini, Catat Syarat dan Cara Daftar

Terkait teknis realisasi Perbub Nomor. 53 Tahun 2020 itu nantinya ditegakkan oleh pihak Satpol PP dengan melibatkan TNI/Polri.

Selain itu, juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Kejaksaan hingga Pengadilan Negeri Sampang.

"Untuk sosialisasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan melibatkan Forkopimda dan peran semua elemen masyarakat," jelasnya.

Dengan adanya perbub, pihaknya berharap dapat terealisasi dengan kondusif agar angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sampang terus menurun dan kembali berada di zona hijau.

"Adanya pro dan kontra dalam penerapan suatu peraturan merupakan hal biasa tapi mudah-mudahan masyarakat saling mengerti satu sama lain guna menekan angka penyebaran virus corona," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved