Breaking News:

7 Desa di Sumenep Lockdown

BREAKING NEWS - 7 Desa di Saronggi Sumenep Lockdown Lokal, Warga Tak Dapat Bantuan dari Pemerintah

Tujuh desa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep memberlakukan karantina wilayah atau lockdown selama 14 hari.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Sejumlah petugas memantau warga yang keluar masuk di pos jaga penerapan lockdown lokal simpang tiga pintu masuk 7 desa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Selasa (22/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Tujuh desa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep memberlakukan karantina wilayah atau lockdown selama 14 hari terhitung sejak hari Senin (21/09) hingga Minggu (04/10/2020).

Tujuh desa itu di antaranya, Desa Saroka, Desa Kebun Dadap Barat, Desa Kebun Dadap Timur, Desa Tanah Merah, Desa Langsar, Desa Tanjung dan Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Lockdown lokal dilakukan setelah terdapat 6 Warga Kecamatan Saronggi Sumenep meniggal dunia dalam waktu 24 hari.

Pegawai BKPP Kabupaten Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pelayanan Kepegawaian Dialihkan

Per Hari Ini Penumpang KA Bisa Rapid Test di Stasiun Blitar dan Stasiun Jombang, Tarifnya Rp 85 Ribu

Makin Mesra, Rizky Billar Kepergok Gendong Lesty di Balik Layar, Eks Rizki Tertawa: Ih Berdampingan

Sejumlah petugas memantau  warga yang keluar masuk di pos jaga penerapan lockdown simpang tiga pintu masuk 7 desa/Kecamatan Saronggi, Sumenep pada Selasa (22/9/2020).
Sejumlah petugas memantau warga yang keluar masuk di pos jaga penerapan lockdown lokal simpang tiga pintu masuk 7 desa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Selasa (22/9/2020). (TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA)

Santri Pesantren Al Izzah Kota Batu Dijadwalkan Swab Test Kali Kedua pada Akhir Bulan September 2020

Foto Lawas Irwansyah Diunggah Zaskia Sungkar, Netizen Langsung Singgung Nama Acha Septriasa

Ratusan Personel Kodim Pamekasan dan Polres Pamekasan Jalani Rapid Test Covid-19, Begini Hasilnya

Namun hari kedua lockdown lokal, sebagian masyarakat mengeluh karena segala kebutuhannya tidak ditanggung oleh pemerintah.

Seorang warga bernama Fadel Abu Aufa memahami sikap lockdown yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurutnya Fadel Abu Aufa, lockdown adalah penutupan akses dan terhentinya semua aktivitas masyarakat.

"Kalau lockdown berarti segala kebutuhan warga ditanggung pemerintah, tidak hanya manusia, pakan hewan pun begitu. Tapi, sampai sekarang tidak ada bantuan apapun dari pemerintah," tuturnya, Selasa (22/9/2020).

"Warga menunggu bantuan itu," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved