Breaking News:

Berita Pamekasan

Kekecewaan Ketua DPRD Pamekasan pada Mahasiswa Demo Tolak Omnibus Law, Tak Diberi Kesempatan Bicara

Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrahman tak diberi kesempatan berbicara saat organisasi mahasiswa melakukan demonstrasi ke Gedung DPRD Pamekasan

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat gabungan organisasi mahasiswa PMII dan GMNI melakukan demonstrasi ke Gedung DPRD Pamekasan, Kamis (8/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrahman mengaku kecewa saat menemui organisasi mahasiswa ketika melakukan demonstrasi ke Gedung DPRD setempat untuk menyuarakan penolakan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Kekecewaan itu ia luapkan sebab tidak diberikan kesempatan berbicara saat organisasi mahasiswa PMII dan GMNI melakukan orasi di hadapannya.

Unjuk Rasa Makin Rusuh, Massa Penolak Omnibus Law di Surabaya Bakar Water Barrier dan Pos Polisi

Geramnya Risma Lihat Fasilitas Rusak, 1 Pemuda Diduga Provokator: Aku Bangun Kota Ini Setengah Mati!

Aksi Risma Naik Motor Bersihkan Bekas Kericuhan Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Surabaya

Awalnya, saat gabungan dua organisasi mahasiswa itu tiba di depan Gedung DPRD Pamekasan untuk menyuarakan penolakan pengesahan UU Cipta Kerja langsung ditemui oleh sejumlah anggota DPRD setempat, termasuk Fathorrahman.

Kurang lebih sekitar 3 jam sejumlah anggota DPRD Pamekasan itu berdiri di hadapan ratusan mahasiswa sembari mendengarkan mereka berorasi.

Hingga adzan Dzuhur selesai berkumandang, sejumlah anggota DPRD Pamekasan itu tetap tidak diberikan kesempatan untuk berbicara atau memberikan tanggapan.

Lalu mereka memutuskan untuk kembali masuk ke ruangannya.

Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrahman mengaku sedikit kecewa sebab tidak diberikan kesempatan berbicara dan menanggapi.

Menurut dia, ketika orator aksi memberikan penjelasan bahwa mereka turun ke jalan bukan tidak ada perkejaan lain, maka pihaknya mewakili DPRD Pamekasan juga memilik pekerjaan lain, yaitu akan melakukan rapat banggsr sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, karena ingin menemui sejumlah mahasiswa, pihaknya menunda rapat tersebut.

Tiga Kali Gabungan Organisasi Mahasiswa Demo ke DPRD Pamekasan, Tolak Pengesahan UU Cipta Kerja

Polisi Gagalkan Pengiriman 2.670 Minuman Keras ke Pamekasan, Ada 19 Jenis Merek Minuman yang Disita

13 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Disikat Polres Pamekasan, Ada Barang Bukti Sabu & Pil Berlogo Y

"Kami akan tetap menemui mereka jika kami diperlukan, tapi seakan-akan tadi kami tidak diperlukan, apa sih permintaannya kan kami sudah menemui dan maunya apa," kata Fathorrahman kepada sejumlah media.

"Kami sudah menemui keluar dan berdiri lama, tapi tidak diberikan kesempatan untuk berbicara," keluhnya.

Ketua DPRD yang akrab disapa Fathor ini juga mengaku meninggalkan mahasiswa yang sedang berorasi itu sebab ingin melakukan salat Dzuhur terlebih dahulu.

Selepas salat, ia kembali menemui ratusan mahasiswa tersebut dan pada akhirnya Fathor diberikan kesempatan untuk berbicara.

"Kami kan masih belum dikasi kesempatan untuk berbicara, dan kemudian sudah waktu salat Dzuhur, jadi kami pilih salat Dzuhur dulu sembari menunggu organisasi mahasiswa yang lain datang," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved