Breaking News:

Kue Apem Jajanan Khas Saat Rabu Wekasan, Biasa Hadir di Acara Keagamaan, Sarat Makna Sakral

Menurut dia, selama bulan Safar hampir setiap rumah di CiRabun membuat apem dan membagikannya kepada tetangganya.

Cookpad Izza (Han)
Ilustrasi apem Rabu Wekasan 

TRIBUNMADURA.COM - Kue apem menjadi kue yang khas hadir pada beberapa acara keagamaan.

Satu di antaranya, apem akan muncul di acara Rabu Wekasan.

Ternyata terdapat makna yang sakral di balik kue apem.

Selain itu kuliner tradisional juga sarat makna.

Apem menjadi kuliner tradisional yang disajikan dalam rangkaian tradisi Rabu Wekasan di Situs Makam Pangeran Pasarean, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten CiRabun.

Baca juga: Wakil Ketua PWNU Jatim Gus Salam Ajukan Surat Non-Aktif dari Kepengurusan Karena Pilkada Serentak

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tempeh Lumajang, Perempuan Hendak Salip Truk Malah Terserempet, Tewas di Tempat

Baca juga: Lepas Masker Karena Merokok saat Berkendara, Wanita di Kota Blitar ini Dikenai Sanksi Tipiring

Dalam kesempatan itu, apem tampak dibagikan kepada masyarakat setelah seluruh rangkaian Rabu Wekasan dilaksanakan.

Bahkan, sejumlah warga juga tampak menikmati apem bersama yang disajikan dengan gula merah cair di atas piring.

Filolog CiRabun, Raffan S Hasyim, mengatakan, apem bisa disebut sebagai kuliner tradisional khas bulan Safar.

Menurut dia, selama bulan Safar hampir setiap rumah di CiRabun membuat apem dan membagikannya kepada tetangganya.

"Tujuannya sedekah, untuk menolak bala atau musibah," ujar Raffan S Hasyim kepada TribunciRabun.com, Rabu (14/10/2020).

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved