Berita Tulungagung

Bayi Kijang Jawa Curi Perhatian Pengunjung Pendopo Tulungagung, Baru Lahir Ditelantarkan Induknya

Keberadaan bayi kijang di Pendopo Kabupaten Tulungagung menjadi pusat perhatian pengunjung.

TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Bayi kijang jawa di Pendopo Kabupaten Tulungagung yang lahir Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Seekor bayi kijang menjadi pusat perhatian pengunjung Posko Covid-19 di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Kamis (15/10/2020).

Bayi kijang jawa berkelamin betina ini tampak tertatih berusaha berjalan, namun berulang kali jatuh karena masih lemah.

Sementara induknya ada di dalam kandang, tepat di sebelah selatan Posko Covid-19 di Pendopo Kabupaten Tulungagung.

Baca juga: KPU Sumenep Tetapkan 822.320 DPT pada Pilkada Sumenep 2020, Mayoritas Pemilih Perempuan

Baca juga: Masuki Musim Hujan, 14 Desa di Kabupaten Madiun Masuk Kategori Rawan Longsor, Warga Diimbau Waspada

Baca juga: Layangan Sebabkan Listrik Padam di Wilayah Mojokerto, PLN Ingatkan Warga Tak Main Sembarangan

“Dia lemah karena belum bisa minum dari induknya,” ucap Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung, Tutus Sumaryani.

Induk kijang yang tampak lucu ini adalah kijang muda yang baru dilahirkan.

Karena masih baru, ia kurang cakap menjaga anaknya.

Di saat bayinya masih belum bisa menyusu, si induk malah meninggalkannya.

“Untuk sementara kami berikan susu formula nonlactosa supaya tidak mencret,” sambung Tutus.

Keberadaan kijang mungil ini membuat gemas banyak orang.

Sebab dia sama sekali tidak takut, dan malah berusaha mendekat ke orang di sekitarnya.

Setelah kuat berdiri, kijang ini akan dikembalikan ke dalam kandang agar disusui ibunya.

“Kami belum tahu yang mana induknya. Tapi nanti kalau anaknya dimasukkan kandang, induknya pasti datang berusaha menyusuinya,” ujar Tutus.

Bayi kijang ini adalah penghuni ke-19 kandang kijang di Pendopo Kabupaten Tulungagung.

Masih menurut Tutus, kepadatan kijang di dalam kandang masih ideal.

Jika pertambahan populasi terlalu tinggi, sebagaian kijang akan dikirm ke Telaga Buret, di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat.

Ada pula yang dikirim ke kawasan wisata Srabah, di Kecamatan Kauman.

Untuk memastikan kesehatan hewan ini, Dinas Peternakan mengirim satu tenaga kesehatan hewan setiap hari Jumat.

Layaknya kelahiran manusia, bayi kijang ini akan difoto dan dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, bayinya kami foto untuk laporan ke BKSDA,” pungkas Tutus. (David Yohanes/day)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved