Breaking News:

Berita Jawa Timur

Separuh Wilayah di Jawa Timur Berstatus Zona Kuning, Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Belum Diizinkan

Pembukaan tatap muka sekolah tidak bisa hanya dilakukan dengan pertimbangan risiko zona.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Wagub Jatim, Emil Dardak saat Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (3/5/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemprov Jatim belum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka sekolah di Jawa Timur.

Padahal, separuh wilayah di Jawa Timur kini sudah berstatus zona kuning penyebaran Covid-19.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak menegaskan, pembukaan tatap muka sekolah tidak bisa hanya dilakukan dengan pertimbangan risiko zona, melainkan banyak parameter yang lain.

Baca juga: Truk Pengangkut Pupuk Bersubsidi Dihadang Petani Tuban, Muatannya Diturunkan Paksa, Ini Pemicunya

Baca juga: Nasib Tragis Tunawisma, Alami Kedinginan hingga Tewas di Trotoar Jalan Kota Malang, Lihat Kondisinya

Baca juga: Warga Pasean Pamekasan Digerebek di Kamar Kosnya, Polisi Temukan Barang Bukti, Kejar Satu Pelaku

“Sebenarnya sudah ada rapat virtual yang juga mendatangkan Mendikbud, Mendagri, Menkes, untuk memberikan acuan bagaimana melakukan kegiatan pembelajaran di masa pandemi,” kata Emil Dardak, Jumat (23/10/2020). 

Dari rapat itu, kata dia, seluruh pihak yang melakukan kegiatan pembelajaran harus menegakkan protokol kesehatan. Termasuk yang mengadakan uji coba. 

“Zona merah tidak diperkenankan. Dan hanya zona kuning yang bisa melakukan kegiatan. Nah itupun yang uji coba disepakati bahwa kegiatan itu bukan kegiatan inti pembelajaran, tapi seperti praktikum, praktek,” kata Emil.

“Pesannya Mendikbud yang belum zona kuning jangan mendahului mnyelenggarakan,” tambahnya. 

Oleh sebab itu Emil menegaskan bahwa penyelenggaraan pembelajaran yang melibatkan tatap muka juga harus dipertimbangankan betul. Bahkan ia menyebut agar tidak boleh gegabah. 

Baca juga: Irfan Jaya Akui Sedih Latihan Persebaya Diliburkan, Putuskan Pulang Kampung Bersama Anak Istri

Pemprov Jatim sendiri pun hanya menyelenggarakan uji coba di sekolah SMA dan SMK karena memang pertimbangannya adalah adanya kebutuhan penyerapan materi yang lebih optimal dan membutuhkan tatap muka dan praktik. 

“Itupun banyak pertimbangannya. Pertama kesiapan sekolah dan izin dari orang tua. Jika sekolah tidak siap, kita tidak boleh izinkan. Dan yang kedua orang tuanya juga harus mengizinkan,” tegas Emil. 

Kebutuhan setiap jenjang pun berbeda. Hal itu yang menyebabkan Pemprov Jatim tidak memukul rata kebijakan uji coba sekolah tatap muka di Jatim. Ia mengingatkan seluruh warga Jawa Timur agar meski saat ini 19 daerah di Jatim sudah zona kuning dan 19 daerah lainnya sudah masuk zona oranye seluruh warga Jatim harus tetap menjaga protokol kesehatan. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan pemetaan dari Satgas Covid-19, pera risiko penyebaran Covid-19 di Jawa Timur yang masih masuk zona oranye atau zona risiko sedang penularan covid-19 Jatim adalah Kabupaten Blitar, Kota Pasuruan, Kota Surabaya, Lumajang, Jember, Probolinggo.

Kemudian ada Kota Mojokerto, Bondowoso, Jombang, Kota Kediri, Sumenep, Banyuwangi, Ngawi, Gresik, Kota Malang, Kota Batu, Kota Probolinggo, Sidoarjo dan Mojokerto. 

Sedangkan daerah di Jawa Timur yang sudah masuk zona kuning atau risiko rendah penularan Covid-19 meliputi Kabupaten Pacitan, Kota Blitar, Tuban, Situbondo, Kediri, Ponorogo, Madiun.

Lalu, ada Pasuruan, Magetan, Bangkalan, Malang, Kota Madiun, Lamongan, Sampang, Pamekasan, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, Bojonegoro.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved