Berita Pamekasan

Aliansi Kiai Muda Madura Nyatakan Sikap Tolak Kapolda Jatim yang Baru, Ternyata Hal ini Alasannya

Penunjukan Irjen Pol Nico Afianta sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Pol M Fadil Imran menuai penolakan. 

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat Aliansi Kiai Muda Madura menyatakan sikap menolak Irjen Pol Nico Afianta Seba Kapolda Jatim yang baru, Kamis (26/11/2020). 

Serah terima jabatan Irjen Pol Fadil Imran kepada Irjen Pol Nico Afianta Karokaro sebagai Kapolda Jatim dilangsungkan di Mabes Polri, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Berstatus Warga Sampang, Puluhan Penganut Syiah yang Sudah Ikrar Pindah ke Aswaja Tercatat KPM PKH

Baca juga: Tahura Lempung Surabaya Diresmikan, Bisa Jadi Tempat Rekreasi Gratis, Warga Lontar Akui Senang

"Saya salah satu masyarakat Madura yang ditokohkan sebagai ulama Madura, mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Jatim yang baru," ungkap Nuruddin kepada ( grup TribunMadura.com ), Kamis (19/11/2020).

Sekedar diketahui, sepak terjang Nico di dunia serse tidak diragukan lagi.

Sebelum menjabat Kapolda Kalimantan Selatan, lulusan Akademi Polisi 1992 itu pernah mengisi jabatan-jabatan penting di Polda Metro Jaya periode 2016-2017.

Ketika menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Metro, Nico yang kala itu berpangkat Komisaris Besar Polisi sukses menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu seberat satu ton di sebuah hotel di Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Mantan Kapolres Kota Medan itu pun langsung dipromosikan menduduki jabatan baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Karir Nico terus menanjak.

Ia pernah menduduki jabatan Karobinopsnal Bareskrim Polri di tahun 2018, Dirtipidum Bareskrim Polri di tahun 2019, hingga Staf Ahli Sosial Politik Kapolri di tahun 2019.

Baca juga: Alasan Kolektor Berani Beli Batu Meteor Seharga Rp 26 Miliar, Temuan Langka hingga Benih Tata Surya

Baca juga: Niatnya Liburan, Dua Wisatawan ini Malah Dapatkan Hal Tak Terduga di Tempat Libur, Sampai Ditahan

Besar harapan Kiai Nuruddin atas penunjukan Nico sebagai Kapolda Jatim.

Terutama dalam menjaga keamanan di wilayah Jatim termasuk Madura.

Ia berharap, Nico dapat melanjutkan sinergitas yang telah tercipta bersama ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, politisi, dan semua organisasi masyarakat.

Bagaimanapun juga, lanjutnya, selain berpegang teguh kepada pemerintah dan aparat, masyarakat Madura dan Jatim juga berpegang teguh kepada ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan politisi.

"Besar harapan kami kepada Bapak Nico dalam meningkatkatkan kualitas keamanan di Jatim," harap kiai yang juga menjabat Wakil Ketua Rois Syuriah PWNU Jatim itu.

Ia menambahkan, Jatim merupakan salah satu barometer nasional yang tentunya keamanan sangat sangat diperlukan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved