Virus Corona di Jember
Jember Terjadi Lonjakan Pasien Covid-19 Sepekan Terakhir, RS Rujukan Mulai Kehabisan Ruang Perawatan
Sejumlah rumah sakit rujukan kasus virus corona di Jember kehabisan ruang perawatan untuk pasien terkonfirmasi Covid-19.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi positif virus corona Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan di Jember.
Lonjakan pasien virus corona di Jember ini terjadi selama sepekan terakhir, sehingga membuat sejumlah rumah sakit kehabisan ruang perawatan untuk pasien terkonfirmasi Covid-19.
Dari informasi yang dihimpun Surya ( grup TribunMadura.com ), beberapa rumah sakit rujukan yang hanya memiliki ruang isolasi terbatas, telah penuh terisi alias 100 persen.
Baca juga: Aktivitas Penerbangan di Bandara Abdurachman Saleh Malang Tak Terganggu Meski Gunung Semeru Meletus
Baca juga: Dua Pegawai Pemkab Situbondo Positif Terpapar Covid-19, 62 Orang Karyawan Lain Ikut Diswab Test
Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Kerumunan Pengunjung Kafe di Kota Kediri Dibubarkan Satpol PP
Sementara, rumah sakit rujukan terbesar di Jember, yakni RSD dr Soebandi Jember, juga hampir kehabisan ruang isolasi untuk pasien Covid-19.
Sampai akhir pekan ini, hanya tersisa sekitar kurang dari 20 persen tempat tidur (TT) kosong untuk pasien Covid-19.
Direktur RSUD dr Soebandi Jember, dr Hendri Soelistijono mengakui, adanya lonjakan pasien Covid-19 masuk ke RSD dr Soebandi Jember.
"Sepekan terakhir ini memang ada lonjakan sekitar 20 persen," kata dr Hendri Soelistijono, Minggu (29/11/2020).
"Sebelumnya tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 terisi 50 - 60 persen. Sekarang ini mencapai 80 persen lebih," ujar dia.
RSUD dr Soebandi memiliki 81 tempat tidur perawatan pasien Covid-19.
Dari jumlah tersebut, sudah terisi 61 tempat tidur sampai akhir pekan ini.
Hendro mengakui, ada kekhawatiran seluruh tempat tidur terpakai mengingat jumlah lonjakan kasus positif Covid-19 di Jember selama beberapa pekan terakhir.
"Meskipun kasus-kasus baru ini kebanyakan OTG (orang tanpa gejala) yang cukup isolasi mandiri di rumah, atau di JSG (Jember Sport Garden)," ucap dia.
Baca juga: Tiga Anggota Tim Tracking Covid-19 Jember Positif Virus Corona, Kantor Dinkes Ditutup Sementara
Baca juga: Lagi, Pegawai Universitas Jember Unej Meninggal Dunia Akibat Terpapar Virus Corona Covid-19
"Namun kekhawatiran itu tetap ada (tempat tidur perawatan pasien Covid terisi penuh)," imbuh Hendro.
Untuk menghindari penuhnya kamar perawatan pasien Covid-19, pihaknya melakukan pemilahan.
Pemilahan antara lain dimulai dari komunikasi antar petugas rumah sakit rujukan Covid-19 di Jember.