Breaking News:

Berita Surabaya

Tinggal Dalam 1 Kamar Kos, Dua Pemuda asal Bekasi Kaget Didatangi Polisi, Simpan Benda Terlarang ini

Dua pemuda asal Bekasi yang tinggal dalam tempat kos yang sama itu digerebek polisi.

architectureanddesign.com.au
ilustrasi pintu kamar kos 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dua pemuda asal Bekasi, Jawa Barat, tampak kaget saat petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mendatanginya di tempat kosnya.

Pemuda yang kos di Jalan Pisang Kipas Kota Malang itu digrebek polisi karena diduga menyimpan ganja dan bakau sintetis di dalam kamar kosnya.

Kedua pemuda itu adalah Akhnukh Aldebaran (26) dan Atar Sumando (25) warga Jawa Barat.

Baca juga: Puluhan ODGJ di Sampang Dapat Bantuan Sembako dari Pemprov Jatim, Dinsos Harap Ada Tambahan Bantuan

Baca juga: Tak Ada yang Mengendarai, Mobil Nissan Tiba-Tiba Mundur hingga Terperosok ke Sungai Wiyung Surabaya

Baca juga: Penyaluran BLT DD di Desa Sana Laok Pamekasan Diawasi TNI-Polri, Protokol Kesehatan Diterapkan

Saat menggeledah, polisi menemukan dua poket berisi biji ganja dan bakau sintetis yang disimpan di dalam kamar.

"Keduanya mengakui jika barang terdebut merupakan milik mereka yang dibeli secara patungan," kata Kanit Idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Jumat (4/12/2020).

Dua poket yang ditemukan polisi itu masing-masing bakau sintetis dengan berat 1,13 gram dan biji ganja dengan berat 1,23 gram.

Penangkapan kedua pemuda itu berawal saat polisi mengembangkan kasus sebelumnya.

"Kami mendapat informasi tentang pengedar ganja di wilayah Malang setelah menangkap tersangka di Surabaya," imbuhnya.

Tak hanya itu, dua pemuda itu berkaitan dengan seorang bandar ganja yang ditangkap di wilayah Jakarta.

"Barang dari Jakarta lalu dikirim ke kurir yang ada di Malang ini," lanjutnya.

Baca juga: Nomor WhatsApp Warga Jodipan Malang Disadap Bergiliran, Pelaku Minta Transfer Uang, Begini Modusnya

Baca juga: Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Kota Malang Dilengkapi Fasilitas Gym, Hiburan hingga Jogging Track

Dari hasil pemeriksaan, keduanya kerap menjual ganja dan bakau sintetis itu ke mahasiswa dan orang-orang di lingkaran mereka yang dikenal.

"Per poket bisa 150 ribu sampai 200 ribu. Itu jualnya di temannya sesama mahasiswa atau pekerja yang memang sudah dikenal," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved