Breaking News:

Pilkada Malang

Pengamat UB dan UMM Beda Pendapat Soal Raihan Suara SanDi dan LaDub di Pilkada Malang 2020

Pengamat politik asal FISIP Universitas Brawijaya Malang, Wawan Shobari merasa sangsi dengan pengaruh partai politik terhadap efektifitas meraih suara

TRIBUNMADURA.COM (Grafis: Aqwamit Torik)
Ilustrasi 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pengamat politik asal FISIP Universitas Brawijaya (UB) Malang, Wawan Shobari merasa sangsi dengan pengaruh partai politik terhadap efektifitas meraih suara.

Menurutnya, faktor figur yang dimiliki setiap pasangan calon, jadi pertimbangan masyarakat dalam memberikan suaranya.

"Hasil (hitung cepat) menunjukkan figur lebih dominan. Sedangkan parpol tidak dominan dalam mengarahkan atau menuntun suara pemilih," kata Wawan ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Modus Penipuan Kode OTP, Rekening Isi Rp 9,5 Juta Milik Pegawai Minimarket di Kota Malang Amblas

Baca juga: Hasil Quick Count Sanusi Unggul di Pilkada 2020, Calon Bupati Malang Susun Program 100 Hari Kerja

Baca juga: Jurus Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Akhir Tahun

Baca juga: Profil Kartini Muljadi dan Arini Subianto, 2 Wanita Terkaya Indonesia dari Sektor Tambang & Kosmetik

Wawan menambahkan, sosok Lathifah Shohib mendapat suara yang cukup masif.

Sebagai seorang pendatang baru di kancah politik Kabupaten Malang, Lathifah dinilai mampu meraih banyak simpatisan dalam sekejap.

"Saya memprediksi dari awal bahwa Ladub (Lathifah-Didik) akan memperoleh suara yang tidak beda jauh dengan dulu Srikandi (Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi)," ungkap Dosen FISIP Universitas Brawijaya (UB) itu.

Di sisi lain, pasangan Sanusi-Didik (Sandi) menjadi pemenangan versi hitung cepat. 45,99 persen suara jadi raihan pasangan petahana ini. 

Pendapat lain disampaikan oleh pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wahyu Winarjo. 

Bahkan, Wahyu menganalisa unggulnya suara dari pasangan bisa saja terjadi karena jumlah pasangan calon berjumlah 3. Wahyu mengkiasan cerita akan berbeda jika jumlah pasangan calon berjumlah 2.

"Saya menduga karena ada pasangan independen (Sam HC-Gunadi), paslon nomor urut 1 (Sandi) menang. Jika hanya dua saja, dengan militansi pasangan calon nomor urut 2 yang konstan seperti kemarin, sangat mungkin pasangan nomor 2 menang," beber Wahyu.

Baca juga: Pemungutan Suara Ulang Pilkada Surabaya 2020 di TPS 46 Kedurus, Partisipasi Pemilih Turun Signifikan

Baca juga: Profil Taylor Swift, Penyanyi Cantik yang Ulang Tahun ke-31, Ini Perjalanan Kariernya di Dunia Musik

Baca juga: BREAKING NEWS - Polda Jatim Tangkap 4 Tersangka yang Ancam Gorok Mahfud MD

Baca juga: Angka Pengangguran di Sidoarjo Semakin Meningkat, Akibat Banyak PHK di Tengah Pandemi Covid-19

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved