Virus Corona di Jawa Timur

Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19 di Jawa Timur Ditambah, Kini Jumlahnya Menjadi 145 Rumah Sakit

Jumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Jawa Timur akan ditambah. Ada tiga daerah yang menjadi lokasinya.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SUGIHARTO
Pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sedang senam bersama tenaga kesehatan berbaju APD selama dirawat dan diisolasi di RS Lapangan Indrapura, Jumat (25/9/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Gugus Tugas Kuratif Covid-19 dan Dinkes Jatim bergerak cepat untuk meningkatkan kapasitas bed isolasi pasien Covid-19.

Hal itu dilakukan mengingat kenaikan kasus Covid-19 di Jawa Timur yang mengakibatkan BOR Rumah sakit mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 35-45 persen saat Oktober menjadi 60-70 persen pada Desember.

Langkah cepat yang dilakukan satu di antaranya dengan menyiapkan 18 rumah sakit rujukan baru dan RS Darurat di Surabaya, Malang dan Jember.

Dengan penambahan rumah sakit ini diharapkan akan mampu merelaksasi beban rumah sakit di Jawa Timur.

Baca juga: Biaya Rapid Test Antigen di Stasiun Malang untuk Calon Penumpang Kereta Api, Simak Syaratnya Berikut

Baca juga: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Dilockdown, Rektor ITS Dinyatakan Positif Covid-19

"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dalam pandemi Covid-19 ini," kata Khofifah Indar Parawansa, Jumat (25/12/2020).

"Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan kapasitas bed isolasi yang cukup dengan menambah 18 rumah sakit  rujukan Covid-19 baru di Jawa Timur guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat," terang dia.

Dengan adanya penambahan rumah sakit tersebut, lanjut Khofifah, maka jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Timur menjadi 145 rumah sakit.

Angka ini lebih dari 3 kali lipat jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 pada Maret 2020, yang hanya ada 44 rumah sakit rujukan.

Ia menjelaskan, kapasitas dalam 145 rumah sakit rujukan Covid-19 ini terdapat isolasi tekanan negatif dengan ventilator sebanyak 311 bed.

Lalu, isolasi tekanan negatif biasa sebanyak 2.416 bed isolasi biasa sebanyak 2.966 bed dan pengembangan 753 bed.

Sementara itu, untuk mengatasi kasus covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan, Khofifah juga mempersiapkan format RS Darurat Lapangan yang telah terbukti sangat efektif menangani ribuan pasien Covid-19 dengan nol angka kematian.

Layanan perawatan dan isolasi pasien terkonfirmasi covid-19 di RS Lapangan Indrapura, Jumat (25/9/2020).
Layanan perawatan dan isolasi pasien terkonfirmasi covid-19 di RS Lapangan Indrapura, Jumat (25/9/2020). (TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD ZAIMUL HAQ)

Baca juga: Aturan Pembatalan Tiket Kereta Api selama Libur Natal dan Tahun Baru, Calon Penumpang Wajib Tahu

Baca juga: Disdik Pamekasan Imbau Tenaga Pendidik dan Siswa Sekolah Tak Keluar Kota selama Libur Semester

Untuk di Malang, RS Darurat Lapangan ditempatkan Polkesma yang terletak di Jalan Ijen Boulevard.

Sedangkan untuk di Jember, RS Paru Jember disiapkan sebagai RS khusus melayani pasien covid- 19.

Sehingga total tambahan bed di RS Darurat mencapai 555 bed, yakni 150 di RS Darurat Lapangan Indrapura, 306 bed di RS Darurat Lapangan Idjen Boulevard dan 99 bed di RS Paru Jember.

Dengan demikian, maka jumlah bed isolasi di Jawa Timur mencapai 7.001 bed baik di RS Darurat Lapangan maupun di RS Rujukan covid-19.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved