Breaking News:

Banjir Pamekasan

Banjir Pamekasan, Ketinggian Air di Jalan Amin Jakfar Tutupi Atap Rumah Warga, 15 Orang Dievakuasi

Banjir terparah yang melanda Kabupaten Pamekasan, Madura, mencapai 2 meter lebih.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Evakuasi korban banjir oleh Tim Terpadu dari BPBD Pamekasan, Selasa (12/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Banjir terparah yang melanda 10 wilayah di Kabupaten Pamekasan, Madura, terjadi di pemukiman warga yang tinggal di Jalan Amin Jakfar, Selasa (12/1/2021).

Di wilayah tersebut, ketinggian air melewati atap genting rumah warga yang tinggal di dataran rendah.

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus mengatakan, banjir terparah pada awal 2021 yang melanda 10 wilayah Pamekasan sedari Senin hingga Selasa terjadi di Jalan Amin Jakfar.

Kata dia, di daerah tersebut, ketinggian air mencapai 2 meter lebih.

Baca juga: Banjir Terparah di Pamekasan Terjadi di Jalan Amin Jakfar, Luapan Air Sungai Tutupi Atap Rumah Warga

Baca juga: Arek Lancor Pamekasan Banjir, Arus Lalu Lintas dari Arah Jalan Trunojoyo ke Jalan Masegit Dialihkan

Bahkan, ketinggian atap rumah warga ada yang tidak terlihat karena digenangi air.

"Ketinggian air di atas dua meter pada titik tertentu saja, seperti pemukiman warga yang tinggal di dataran rendah dari aliran sungai," kata Akmalul Firdaus saat dikonfirmasi TribunMadura.com.

Menurut Akmalul Firdaus, Tim Terpadu gabungan dari BPBD, Tagana, TNI-Polri, Relawan dan Orari sempat melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam penuh oleh luapan banjir air sungai.

Kata dia, warga yang sudah berhasil dievakuasi ditempatkan di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan.

"Alhamdulillah sebagian warga sudah dilakukan evakuasi sementara," syukurnya.

Menurut Kepala BPBD yang akrab disapa Firdaus ini, kemungkinan Pendopo Wakil Bupati Pamekasan, akan menjadi posko penampungan evakuasi warga yang berlangsung sementara saja.

Sebab, ada sebagian warga yang dievakuasi sudah dibawa saudaranya.

"Total warga yang sudah dievakuasi berdasarkan laporan tim dari lapangan sekitar 15 warga. Evakuasi masih berlangsung," ungkapnya.

Firdaus memastikan, personelnya masih tetap melakukan pemantauan di sejumlah lokasi rawan banjir di Pamekasan.

Bila nantinya masih ditemukan warga yang harus dievakuasi, maka pihaknya akan langsung memberikan pertolongan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved