Breaking News:

Wabah Virus Corona

Ini Alasan Mengapa Penyintas Virus Corona Tidak Termasuk Kriteria yang Mendapat Vaksinasi Covid-19

Pasien yang ingin mendapat vaksinasi Covid-19 harus termasuk orang yang belum pernah terpapar virus corona.

TRIBUNMADURA.COM/AKIRA TANDIKA
Tenaga kesehatan menjalani suntik vaksin Covid-19 di National Hospital Surabaya, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pasien sebelum mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Selain sedang dalam kondisi sehat, pasien yang ingin mendapat vaksinasi Covid-19 harus termasuk orang yang belum pernah terpapar virus corona.

CEO National Hospital Surabaya, Prof Hananiel Widjaya menjelaskan, orang yang sudah pernah terkena Covid-19 telah memiliki antibodi dalam tubuh mereka. Sehingga tidak perlu mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Prof Hans menambahkan, untuk pasien yang telanjur mendapat suntik vaksin Covid-19 padahal merupakan penyintas Covid-19, tidak perlu khawatir.

Baca juga: Jatah Vaksin Covid-19 Tahap 2 untuk Jatim Dikirim Februari, Ada Sebanyak 122 Ribu Dosis Vaksin

Baca juga: Daftar Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Tuban, Vaksin Sinovac Dijadwalkan Tiba pada Februari

Baca juga: Deretan Keunggulan Vaksin Sinovac untuk Vaksinasi Covid-19, Punya Efek Samping Kurang dari 1 Persen

"Sebenarnya tidak masalah juga apabila pasien seorang penyintas Covid-19 dan mendapat suntik vaksin," kata dia saat ditemui di National Hospital Surabaya, Jumat (15/1/2021).

"Tidak akan ada efek samping yang berlebihan. Hanya saja, itu akan terasa mubazir," ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk saat ini penyuntikan vaksin hanya dikhususkan untuk orang-orang yang belum pernah terpapar COVID-19.

"Untuk mengetahui apakah pasien tersebut pernah terpapar COVID-19 atau tidak, sebetulnya bisa dilakukan dengan tes antibodi terlebih dulu pada screening awal," kata dia.

"Namun untuk saat ini, pengecekan baru dilaksanakan secara lisan. Maka, kami berharap agar pasien bisa lebih jujur tentang kondisi kesehatan yang mereka miliki," jelas Prof Hans.

Secara aktif, Prof Hans kerap memberikan edukasi mengenai vaksin kepada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak.

Halaman
12
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved