Virus Corona di Sumenep

VIRAL VIDEO Keluarga Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSI Garam Kalianget, Dibawa Pakai Ambulans Desa

Sebuah video yang memperlihatkan keluarga mengambil paksa jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget, Sumenep viral di media sosial.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Jenazah pasien Covid-19 dijemput paksa oleh keluarganya di RSI Garam Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (25/1/2021). 

Menurutnya, jenazah pasien itu datang ke RSI Garam Kalianget pada tanggal 11 Januari 2021 dan sudah pernah diperiksa ke RS Paru Pamekasan dengan diagnosa radang paru-paru. Statusnya, suspek Covid-19.

Pihak RSI Kalianget katanya, telah melakukan swab test pada pasien tanggal 12 Januari.

"Hasilnya, keluar tanggal 13 Januari dan positif Covid-19," kata dr. Andre Dwi Wahyudi.

Baca juga: Heboh Keluarga Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSI Garam Kalianget Sumenep, Satgas Menyayangkan

Baca juga: ASN Puskesmas Sokobanah Sampang Pelaku Mobil Goyang dan Selingkuhannya Kini Ditetapkan Tersangka

Baca juga: Cara Membuat NPWP Online dan Offline, Sangat Mudah! Lengkapi Syarat Berikut dan Siapkan KK serta KTP

Baca juga: Jadwal Acara TV RCTI dan SCTV Senin 25 Januari 2021, Jangan Lewatkan Ikatan Cinta dan Samudra Cinta

Hasil rekam medis, selain pasien mengalami radang paru-paru juga ada penyakit lain, diabetes (kencing manis).

"Sudah sempat membaik, tapi memburuk dan meninggal dunia hari ini (24/1/2021)," katanya.

Pasien menjalani rawat inap selama 13 hari di RSI Kalianget, Kabupaten Sumenep.

"Saya sendiri yang memeriksa. Dan saya sendiri yang menyatakan meninggal dunia," katanya.

Pihaknya mengaku, awalnya sudah menjelaskan kondisi pasien hingga meninggal dunia. Beberapa keluarganya memahami, tapi keluarga lain ada tidak menerimanya.

"Entah apa yang terjadi, pasien dibawa pulang paksa. Kami tidak tahu itu. Kalau misalnya keberatan biasanya tetap diminta tanda tangan (surat pernyataan) terlebih dahulu," katanya.

Padahal menurutnya, pasien yang meninggal dunia tersebut akan difasilitasi oleh Tim Satgas Covid-19.

"Namun keluarganya emosi dan tidak ada dokumen penolakan di sini, hingga dibawa pulang paksa," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved